Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 17:04 WIB | Rabu, 16 Januari 2019

Lokomotif Ramah Lingkungan Layani Pertemuan Raya Protestan Jerman

Lokomotif bercat merah akan melayani, menjadi duta besar berjalan, selama berlangsungnya Kirchentag 2019 di Dortmund, Jerman barat, pada bulan Juni mendatang. (Foto: WCC/Stephen Brown)

BERLIN, SATUHARAPAN.COM – Sebuah lokomotif khusus bertuliskan Kirchentag 2019, pertemuan tetap Protestan terbesar di Jerman, akan menempuh perjalanan panjang dan luas di negara itu. Lokomotif ramah lingkungan itu akan menjadi ”utusan berjalan” selama acara yang berlangsung di bulan Juni tahun ini di Kota Dortmund di Jerman barat.

Dicat dengan warna merah perusahaan kereta api nasional Jerman, Deutsche Bahn (DB), dan dihiasi dengan logo Kirchentag, lokomotif tersebut ditampilkan pada sebuah upacara pada tanggal 14 Januari di stasiun pusat Berlin. Upacara itu sekaligus menandai dimulainya kemitraan resmi DB dengan Dortmund Kirchentag.

“Kirchentag naik kereta sekali lagi, karena itu masuk akal dan ramah iklim,” kata presiden Dortmund Kirchentag, jurnalis Hans Leyendecker, yang menerima miniatur lokomotif dari CEO DB Richard Lutz di akhir acara, seperti dilaporkan Stephen Brown, editor jurnal WCC, The Ecumenical Review.

Lebih dari 100.000 peserta diharapkan hadir di Dortmund dari 19-23 Juni untuk Kirchentag, pertemuan gereja-gereja Protestan yang berlangsung setiap dua tahun di Jerman, di kota-kota yang berbeda.

Moto 2019 – “What Confidence Is This”, berdasarkan pada ayat Alkitab (2 Raja-raja 18:19) - dilukis di sisi lokomotif seri BR101, yang akan mengangkut gerbong kereta api antarkota dan Eurocity di seluruh Jerman.

Menggambarkan lokomotif sebagai “utusan berjalan” untuk Kirchentag, CEO Deutsche Bahn, Richard Lutz menegaskan listrik yang menggerakkan kereta DB berasal dari 100 persen sumber energi terbarukan. “Kami berbagi kepedulian Kirchentag terhadap lingkungan dan Ibu Pertiwi,” kata Lutz.

Kirchentag mulai diselenggarakan pada tahun 1949 oleh jemaat awam Protestan di Jerman untuk memperkuat budaya demokrasi setelah kediktatoran Nazi dan Perang Dunia Kedua.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches/WCC) akan hadir di Kirchentag dengan membuka gerai di ruang pameran “Market of Opportunities”, dan perwakilan dari gereja-gereja anggota WCC akan mengambil bagian dalam banyak acara di pertemuan lima hari itu.

Mengutip dw.de, dalam penyelenggaraan Kirchentag 2013 di Hamburg, digelar banyak pertunjukan musik. Pada tahun itu, kelompok a kapela Köln “Wise Guys” menggelar konser besar di Stadtpark. Sebagai puncak acara musik adalah tampilan perdana Opera Bonhoeffer "Akhir dari Ketidakbersalahan" karya komponis Stephan Peiffer. Opera itu berlatar belakang kehidupan dan pemikiran teolog dan pejuang pemberontak Jerman Dietrich Bonhoeffer yang tahun 1945 dibunuh Nazi.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home