Loading...
BUDAYA
Penulis: Sabar Subekti 09:10 WIB | Jumat, 26 Februari 2021

Lukisan Langka Master Impresionis van Gogh Dipamerkan di Tiga Kota

Setelah pameran lukisan akan dilelang dan diperkirakan akan terjual antara Rp 85 miliar dan Rp 137 miliar.
Personel Sotheby memamerkan “Scene de rue à Montmartre” (Pemandangan jalanan di Montmartre), lukisan karya master impresionis Belanda, Vincent van Gogh ,di rumah lelang Sotheby di Paris, pada 25 Februari 2021. (Foto: AP)

PARIS, SATUHARAPAN.COM-Lukisan langka karya master impresionis Belanda, Vincent van Gogh, yang menampilkan pemandangan jalanan di lingkungan Montmartre, Paris akan ditampilkan untuk umum untuk pertama kalinya sebelum dilelang bulan depan.

Rumah lelang Sotheby mengatakan bahwa karya yang dilukis pada tahun 1887 itu tetap menjadi koleksi keluarga selama lebih dari 100 tahun, dan di luar publik.

Lukisan ini akan dipamerkan bulan depan di Amsterdam, Hong Kong, dan Paris menjelang lelang yang dijadwalkan pada 25 Maret di ibu kota Prancis, Paris.

“Ini adalah lukisan penting dari karya Vincent van Gogh karena berasal dari masa dia tinggal di Paris bersama saudaranya, Theo,” kata Etienne Hellman, direktur senior Impresionis dan Seni Modern di Sotheby's, kepada Associated Press.

Van Gogh pindah ke Paris pada tahun 1886 dan tinggal di Montmartre. Dia meninggalkan ibu kota pada tahun 1888 ke Prancis selatan, di mana dia tinggal sampai kematiannya pada tahun 1890. "Sebelumnya, lukisannya jauh lebih gelap... Di Paris dia menemukan warna," kata Hellman.

“Street Scene in Montmartre” menggambarkan kincir angin bernama Pepper Mill, dilihat dari jalan di bawah langit cerah, dengan seorang pria, seorang wanita dan seorang gadis kecil berjalan di depan palisade kayu yang mengelilingi tempat itu. "Paris menandai periode di mana... impresionis utama memengaruhi karyanya," kata Hellman.

Sotheby mengatakan lukisan itu telah diterbitkan di tujuh katalog sebelumnya tetapi belum pernah dipamerkan. Claudia Mercier, juru lelang rumah Mirabaud Mercier, berkata "ini juga merupakan lukisan penting karena sangat, sangat sedikit dari lukisan itu yang tersisa di tangan pribadi... terutama dari periode itu, kebanyakan di museum sekarang."

Sotheby telah memperkirakan nilai lukisan itu antara lima dan delapan juta euro (setara Rp 85 miliar hingga Rp 137 miliar). Namun tidak mengungkapkan identitas pemiliknya.

Pameran di Amsterdam berlangsung pada pada 1-3 Maret, Hong-Kong pada 9-12 Maret, dan Paris pada 16-23 Maret.

Kincir angin di lukisan itu dihancurkan selama pembangunan jalan raya pada tahun 1911, tetapi dua kincir angin serupa masih ada sampai sekarang di bukit Montmartre. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home