Loading...
BUDAYA
Penulis: Sabar Subekti 11:14 WIB | Sabtu, 15 Mei 2021

Makam Berusia 78.000 Tahun Ungkap Kemampuan Emosianal Homo Sapien Awal

Sisa-sisa jasad seorang anak berusia sekitar tiga tahun yang hidup sekitar 78.000 tahun yang lalu dan ditemukan di lubang pemakaman di sebuah situs gua di Kenya bernama Panga ya Saidi, pemakaman manusia tertua di Afrika, terlihat dalam rekonstruksi virtual yang tidak bertanggal. (Foto: Jorge Gonzalez/Elena Santos via Reuters)

KENYA, SATUHARAPAN.COPM-Penemuan situs pemakaman manusia tertua di Kenya yang berasal dari sekitar 78.000 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya menjelaskan kemampuan emosional Homo sapiens awal, menurut seorang pejabat Kenya.

“Usia anak 2-3 tahun. Itulah yang kami perkirakan berdasarkan rumus gigi, dan juga sedimen lebah itu sendiri bertanggal 78.000 tahun, dan itu sebenarnya termasuk dalam kerangka waktu Homo Sapiens atau manusia modern secara anatomis. Jadi ini adalah orang-orang seperti Anda dan saya,” kata Emmanuel Ndiema, kepala arkeologi di Museum Nasional Kenya mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

Penemuan arkeologi sebelumnya, katanya, hanya membantu para peneliti memahami aspek teknologi, kebutuhan pokok, dan lingkungan kehidupan manusia purba.

“Posisi pemakaman semacam itu memberi tahu kita sesuatu tentang ... bahwa itu sengaja diletakkan di sana seperti untuk pertama kalinya kita mulai merasakan kognitif dan juga emosionalnya. Kami mendapatkan sekilas tentang kemampuan kognitif dan emosional pada saat ini,” katanya

“Untuk waktu yang sangat lama kita hanya melihat pada teknologi, kebutuhan pokok, dan lingkungan. Tapi kami mulai memahami sekarang orang-orang ini memiliki keterikatan emosional dengan orang mati, bahwa mereka dapat dengan sengaja menguburkan mereka,” katanya.

Pekan lalu para ilmuwan mengumumkan bahwa mereka telah menemukan pemakaman manusia tertua yang diketahui, untuk seorang anak kecil, di sebuah situs gua bernama Panga ya Saidi dekat pantai Kenya. Mereka menjuluki anak muda itu 'Mtoto', yang berarti 'anak' dalam bahasa Swahili.

Anak, yang jenis kelaminnya masih belum jelas, ditempatkan di kuburan dalam posisi tertekuk, tubuh berbaring miring ke kanan, dengan lutut ditarik ke arah dada, menurut para peneliti.

Ndyema mengatakan penemuan itu juga menunjukkan Homo Sapiens awal hidup di berbagai bagian Kenya, berbeda dengan narasi lama yang menyebutkan manusia purba hanya menetap di lembah celah di barat Kenya. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home