Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 10:55 WIB | Rabu, 02 Juni 2021

Malaysia Berlakukan Penguncian Nasional 14 Hari

Polisi memeriksa penumpang di kendaraan dengan penghalang jalan selama hari pertama Full Movement Control Order (MCO) di Kuala Lumpur, Malaysia, hari Selasa (1/6). (Foto: AP/Vincent Thian)

KUALA LUMPUR, SATUHARAPAN.COM-Mal dan banyak bisnis di Malaysia tutup pada hari Selasa (1/6) ketika negara itu memulai penguncian nasional kedua untuk mengatasi lonjakan jumlah kasus COVID-19 dan yang telah menempatkan sistem perawatan kesehatannya di ambang kehancuran.

Negara Asia Tenggara itu memberlakukan penguncian sebagian pada 12 Mei, melarang semua kegiatan sosial tetapi mengizinkan sektor ekonomi beroperasi. Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, menyerah pada seruan yang berkembang untuk penguncian skala besar setelah infeksi harian menembus 8.000 orang pada hari Jumat dan melonjak ke rekor 9.020 pada hari Sabtu.

“Jika tindakan drastis ini tidak segera diambil, dikhawatirkan sistem kesehatan kita akan runtuh dan kita akan menghadapi bencana yang lebih besar,” kata Muhyiddin dalam siaran nasional hari Senin (31/5) malam.

Ini akan menjadi penguncian nasional kedua negara itu sejak dimulainya pandemi dan berisiko menggagalkan pemulihan ekonominya. Untuk membantu meredam dampak dari penguncian baru, Muhyiddin mengumumkan paket stimulus baru senilai 40 miliar ringgit (setara Rp 50 triliun).

Penguncian 14 Hari

Bisnis akan ditutup selama dua minggu hingga 14 Juni, kecuali di 17 sektor penting termasuk perbankan, media, makanan dan minuman. Lebih dari selusin sektor manufaktur juga diizinkan beroperasi pada kapasitas 60%, termasuk listrik dan elektronik serta minyak dan gas. Sektor perkebunan, pertanian, perikanan dan konstruksi kritis juga dikecualikan.

Sekolah beralih ke kelas online dan perjalanan antar distrik dilarang sejak awal Mei. Restoran dapat tetap buka untuk layanan penjemputan dan pengiriman. Hanya dua dalam rumah tangga yang dapat melakukan perjalanan untuk membeli kebutuhan dalam radius 10 kilometer, dan tiga untuk alasan medis. Penduduk dapat jogging di lingkungan mereka tetapi tidak diperbolehkan bersepeda.

Di Kuala Lumpur, polisi memeriksa kendaraan yang memasuki kota. Sekitar 800 penghalang jalan telah dibangun secara nasional, terutama di dekat pinggiran kota di mana kepatuhannya rendah. Meskipun tidak ada jam malam, hampir semua bisnis yang diizinkan tetap buka harus tutup pada pukul 20:00 malam.

Kasus infeksi di Malaysia telah meningkat sejak banyak orang melanggar aturan keselamatan untuk kembali ke kampung halaman mereka selama festival Idul Fitri baru-baru ini. Kasus harian melampaui 6.000 pada 19 Mei untuk pertama kalinya dan mencapai 9.000 dalam 10 hari. Penghitungan Malaysia telah melonjak lima kali lipat sejak tahun lalu menjadi 572.357 kasus  infeksi sejak pandemi dimulai dan 2.796 kematian.

Ancaman Varian Baru

Meskipun infeksi harian turun ke kisaran 6.000 sejak hari Minggu, direktur jenderal kesehatan, Noor Hisham Abdullah, telah memperingatkan negara itu "tidak keluar dari kesulitan" karena varian yang lebih menular hadir di hampir setiap negara bagian.

 

Dengan bangsal perawatan intensif yang mencapai kapasitas maksimum, Kementerian Kesehatan telah memperingatkan para dokter pada akhirnya mungkin harus membuat keputusan sulit untuk mengalokasikan tempat tidur untuk pasien COVID-19 dengan potensi pemulihan yang lebih baik.

Militer telah mendirikan rumah sakit lapangan di beberapa daerah dan beberapa rumah sakit pemerintah menggunakan kontainer pengiriman untuk menyimpan mayat akibat naiknya jumlah kematian.

Pemerintah meningkatkan kampanye vaksinasi dengan mendirikan pusat vaksinasi massal, serta mengizinkan drive-through dan penggunaan truk keliling di beberapa tempat. Ratusan klinik dan rumah sakit swasta juga diberi wewenang untuk memberikan vaksinasi, sementara bisnis telah mengambil inisiatif untuk mempercepat inokulasi untuk staf mereka.

Malaysia berharap untuk menyuntik 80% dari 33 juta penduduknya pada akhir tahun. Vaksinasi bersifat sukarela dan sejauh ini hanya sekitar tiga juta orang dari 12 juta yang telah terdaftar telah menerima setidaknya satu dosis.

Paket stimulus baru yang diumumkan oleh Muhyiddin pada Senin malam termasuk pemberian untuk orang miskin, subsidi dan bantuan moratorium pinjaman untuk bisnis. Muhyiddin juga mengatakan bahwa dia dan para menteri kabinetnya akan menyumbangkan tiga bulan gaji mereka untuk dana COVID-19 negara.

Ekonomi Malaysia telah mengalami kontraksi selama empat kuartal berturut-turut hingga Maret. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home