Loading...
BUDAYA
Penulis: Reporter Satuharapan 03:28 WIB | Selasa, 18 September 2018

Membuat Komik bersama Komunitas Comicotopia Bali

Kelas Kreatif Bentara "Membuat Komik", yang berlangsung di Bentara Budaya Bali (BBB), Minggu (16/9). (Foto: Bentara Budaya Bali/Sutawan)

GIANYAR, SATUHARAPAN.COM - Bentara Budaya Bali (BBB) dan Bentara Muda Bali kali ini mengetengahkan Kelas Kreatif Bentara yang berfokus pada lokakarya membuat komik. Menggandeng komunitas Comicotopi Bali, kelas kreatif ini diselenggarakan Minggu (16/9) di Jl. IB Mantra No.88A, bypass Ketewel, Sukawati, Gianyar. 

Sebagai narasumber adalah Ai Shuma dan Gabriel Pt Dedi dari Komunitas Comicotopia Bali. Ai Shuma, atau yang bernama asli I Wayan Suma Bagia, merupakan pendiri Komunitas Comicotopia Bali dana pencipta komik “Bhurloka” yang sudah dipublikasikan di aplikasi web komik Ciayo. 

Sementara Gabriel adalah komikus dari komik official Line Webtoon berjudul Bingkai Titik. Ia adalah lulusan DKV UK Petra Surabaya. Karyanya berjudul “Titik Balik” meraih Juara 1 LINE Creative Webtoon Competition 2017, juga meraih Juara 1 pada ITB Fair Comic & Caricature Competition 2012 dengan karyanya berjudul “Kopi Mr. Luwak”.

Sebagaimana Kelas Kreatif Bentara sebelumnya, program ini akan memadukan antara pembekalan teori dan praktik. Tidak hanya mengulas perihal dasar-dasar membuat komik, namun akan dibincangkan pula mengenai perbedaan antara ilustrasi, karikatur, dan komik, berikut kiat-kiat membangun karakter dalam sebuah karya komik.  

Gabriel Pt Dedi berbagi pengalamannnya dalam membuat komik, mulai dari penyusunan cerita, tahapan membuat kerangka, hingga kiat membangun konflik dan menyampaikan cerita agar menarik dibaca.

"Cara penyusunan atau pembuatan panel cerita juga berperan penting dalam menguatkan karakter tokoh dan suasana cerita,” ungkapnya. 

Dibahas pula perkembangan komik di era digitalisasi, yang mendorong para kreatornya terbuka pada berbagai kemungkinan baru penciptaan, baik pilihan tematik, gaya, terlebih cara menghadirkan karya-karya mereka ke ruang publik. Misalnya, kemunculan komik digital di Korea sejak tahun 2002, Webtoon atau  komik Internet atau webcomic. Hal mana memungkinkan para komikus menghadirkan komik ciptaannya secara serentak dan seketika diakses di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri belakangan muncul pula portal komik digital yang bernama CIAYO Comics. 

Selain teknik membuat komik, Ai Shuma mengisahkan pula awal mula berdirinya Comicotopia Bali, yakni sebuah komunitas yang mewadahi penulis naskah, ilustrator dan komikus yang memiliki minat untuk membuat komik. Komunitas ini terbentuk pada tahun 2014, membuka ruang bagi para anggotanya untuk berkolaborasi dan berbagi ide serta pengembangan cerita juga gambar komik. Anggotanya terdiri dari pegiat komik dari Bali dan luar Bali. Selain berbagi melalui grup online, mereka juga aktif dalam berbagai kegiatan bertema komik di Bali, seperti Cosmic Fest dan DjaFu.

Ni Wayan Idayati, selaku Pengelola Program BBB, mengungkapkan bahwa Kelas Kreatif kali ini merupakan kelanjutan dari workshop dan dialog yang diselenggarakan sebelumnya, yakni seputar  “Sosok Ikonik Dunia Kartun Indonesia” bersama Jango Pramartha dan Timbang Pandang serangkaian Pameran Ilustrasi Aplikatif dan Komik Tradisi Bali (Juli 2018). (PR)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home