Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 06:24 WIB | Sabtu, 08 Februari 2020

Memiliki Pikiran Kristus

Orang Kristen tidak boleh merasa lebih tinggi dari hukum, tetapi harus sungguh-sungguh menaatinya.
Foto: istimewa

SATUHARAPAN.COM – ”Tetapi kami memiliki pikiran Kristus,” (1Kor. 2:16). Dalam suratnya kepada warga jemaat di Korintus, Paulus menegaskan pentingnya memiliki pikiran seperti Kristus. Mudahkah? Tentu tidak. Akan tetapi, memiliki pikiran Kristus merupakan buah dari kepercayaan kepada Kristus. Ketika kita mengakui bahwa kita adalah milik Kristus aneh rasanya jika kita mengandalkan jalan pikiran kita sendiri.

Pada titik ini orang Kristen sering mengira bahwa hidup di dalam Kristus berarti boleh melakukan segala sesuatu. Itu memang benar. Misalnya dalam makanan. Yesus pernah bersabda, ”Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” (Mrk. 7:18-19). Penulis Injil Markus memberikan catatan: ”Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal” (Mrk. 7:19).

Namun demikian, Tuhan Yesus juga berkata, ”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat. 5:17). Yang dimaksud dengan ”mengggenapi” di sini adalah ”menunjukkan arti yang sesungguhnya” Taurat Tuhan itu.

Ini menjadi penting karena para ahli Taurat dan orang Farisi telah terjebak dalam legalisme—merasa puas kala sudah mematuhi Taurat. Dan Yesus Orang Nazaret meminta lebih. Tak sekadar puas mematuhi Taurat, tetapi sungguh-sungguh tahu makna terdalam dari kepatuhan pada Taurat itu. Sehingga Sang Guru menandaskan: ”Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat. 5:20).

Berkait dengan peraturan, inilah panggilan Allah bagi umat-Nya. Mereka harus lebih benar dari ahli Taurat dan orang Farisi dalam menjalankan Taurat Tuhan. Itu berarti orang Kristen tidak boleh merasa lebih tinggi dari hukum, tetapi harus sungguh-sungguh menaatinya. Tidak dengan terpaksa, tetapi rela menaatinya karena mereka telah memahami makna sesungguhnya dari hukum tersebut. Inilah sikap dan tindakan manusia merdeka. Dan itulah yang dinyatakan Paulus dengan memiliki pikiran Kristus. 

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home