Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 07:30 WIB | Kamis, 22 Desember 2016

Menag Serahkan Bantuan Korban Gempa Aceh

Ilustrasi. Sebuah alat berat bersama warga dan aparat Kepolisian Polda Aceh membersihkan puing-puing reruntuhan dan mencari barang berharga pasca gempa 6,5 SR di Desa Sukun Baroh, Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, Sabtu (10/12). Pasca gempa 6,5 SR yang berpusat di Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu (7/12), sejumlah warga mulai membersikan puing-puing reruntuhan dan mencari barang-barang berharga yang masih bisa digunakan. (Foto: Antara/Syifa Yulinnas)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama (Kemenag), Mastuki menjelaskan bahwa Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin akan berkunjung ke lokasi bencana gempa bumi di Gampong Lhok Pueuk Kecamatan Pante Raja Pidie Jaya.

"Selain melihat kondisi langsung korban bencana di hunian sementara mereka, Menag juga akan menyerahkan sejumlah bantuan," kata Mastuki, Rabu (21/12).

Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan segera mengunjungi korban bencana gempa di Pidie Aceh. Menag rencananya akan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (22/12) pagi.

Menurut Mastuki, sejumlah bantuan dari Kementerian Agama sudah disiapkan. Menag akan menyerahkan bantuan yang sudah disiapkan oleh Direktorat Pembinaan Syariah dan Urusan Agama Islam untuk pembangunan rumah ibadah (masjid) senilai Rp 850juta.

Selain itu, Menag juga akan menyalurkan bantuan dari dana zakat ASN Kemenag yang dikumpulkan melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) Kemenag binaan Direktorat Zakat dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebesar Rp1miliar.

"Bantuan yang akan disalurkan itu dalam bentuk 30 unit rumah tumbuh (rutum). Konsepnya, bangunan semi permanen yang diberikan per kepala keluarga,” kata Mastuki.

Selain rumah ibadah, gempa 6,5 Skala Ritcher yang mengguncang Aceh pada Rabu (7/12) menyebabkan sejumlah bangunan madrasah dan lembaga pendidikan Islam rusak, mulai dari rusak total sampai rusak sedang dan ringan.

Data sementara menyebutkan, dua Raudlatul Athfal (RA) yang mengalami rusak sedang. Selain itu, ada 20 Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang terdampak, dengan rincian: satu MI rusak total, dua rusak berat, dan 17 rusak sedang.

Enam Madrasah Tsnawiyah (MTs) juga mengalami kerusakan dengan perincian dua rusak berat dan empat rusak sedang.

Sedangkan Madrasah Aliyah (MA) yang rusak ada empat. Sebanyak tiga MA rusak berat, dan satu MA rusak ringan.

“Menag juga akan menyalurkan bantuan dari Direktorat Pendidikan Madrasah sebesar Rp1,4 miliar,” kata Mastuki.

"Bantuan ini dialokasikan untuk membangun ruang kelas sementara madrasah agar siswa bisa belajar. Sebab, sejak pertengahan Desember siswa sudah menjalani ujian dan hingga Mei mendatang sebagian dari mereka juga harus mengikuti Ujian Nasional (UN)," kata dia.

Dia menambahkan pembangunan madrasah permanen akan dilakukan pada 2017.

Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag, M. Nur Kholis Setiawan mengaku pihaknya sedang terus melakukan pendataan terkait dengan jumlah akhir madrasah yang mengalami kerusakan sebagai dampak dari gempa Aceh.

Menurutnya, Kementerian Agama sudah menyiapkan anggaran bantuan bagi rehabilitasi madrasah yang mengalami kerusakan dan akan diproses pada awal tahun 2017.

"Madrasah yang terdampak masih kita inventarisir dan akan diberikan bantuan sarana dan prasarana pada awal tahun 2017,” kata dia.

Selain madrasah, sementara ini tercatat ada sepuluh pondok pesantren yang juga mengalami kerusakan. Sebanyak empat pesantren rusak berat, tiga pesantren rusak sedang, dan tiga pesantren rusak ringan. (kemenag.go.id)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home