Loading...
RELIGI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 15:42 WIB | Kamis, 06 Maret 2014

Mengikut Yesus Berhadiah Pistol

Chuck McAlister, mantan pendeta dan pemburu yang memiliki lebih dari 30 senjata api. Sebagai pemimpin penginjilan Kentucky Baptist Convention, McAlister berbicara tentang iman dan senjata api dengan penggemar senjata di seluruh negara itu. (Foto: nydailynews.com)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Gereja Baptis Lone Oak di Paducah Kentucky AS ingin menjangkau 'jiwa-jiwa yang tidak memiliki gereja' terutama pemuda dengan menawarkan kesempatan memenangkan pistol gratis jika mau mengikut Yesus Kristus sebagai seorang Kristen. 

Gereja Baptis Lone Oak Paducah, disponsori oleh Kentucky Baptist Convention—semacam denominasi Gereja Baptis—wilayah Kentucky AS itu mengharapkan pada acara "Ikut Yesus Berhadiah Pistol" yang digelar pada Kamis (6/3) tersebut dapat mengumpulkan sampai 1.000 orang.

Pengunjung akan mendapat makan malam gratis dan bagi para penggemar senjata akan dimasukkan ke dalam undian untuk memenangkan 25 pistol atau senapan.

Selama tahun lalu Kentucky Baptist Convention telah 50 kali menggelar acara serupa di gereja mitra. Dan sebanyak 1.678 orang diperkirakan telah bertobat. 

Acara ini dinamai 'Perayaan Perubahan Kedua' yang telah menuai kritik dari orang Kristen yang tidak berpikir Yesus akan menggunakan senjata untuk mengabarkan Injil.

Sejauh ini, taktik tampaknya akan berhasil. Jumlah orang yang datang ingin mendapat hadiah senjata sering lebih tinggi dibanding kehadiran pada kebaktian hari Minggu. Jika rata-rata di hari Minggu, Gereja Baptis di Buck Creek Calhoun Kentucky yang biasanya dihadiri sekitar 350 orang, tapi pada 1 Februari pemberian pistol telah menarik lebih dari 600 orang. Sekitar 86 peserta menerima Kristus.

"Kami telah menemukan bahwa jumlah laki-laki yang belum bergereja akan muncul sebanding dengan jumlah senjata yang anda berikan," kata Chuck McAlister, direktur evangelis Kentucky Baptist Convention. "Saya hampir dapat memastikan kepada anda bahwa jumlah laki-laki yang akan muncul didasarkan pada pabrikan dan model pistol."

McAlister menyebutnya sebagai "afinitas penginjilan" -mengidentifikasi kelompok sasaran, mencari tahu kepentingan atau kebutuhan umum mereka, dan menggunakan itu sebagai jembatan untuk mengabarkan Injil.

Menurut direktur komunikasi Kentucky Baptist Convention, hadiah senjata itu untuk "menjangkau redneck (kalangan kurang mampu kulit putih)."

Senjata yang digunakan selama perayaan oleh Kentucky Baptist Convention, disumbangkan oleh perusahaan lokal. Pemenang bisa berfoto dengan senjata baru mereka selama acara makan malam. Senjata tersebut kemudian diambil dan ditahan di sebuah toko senjata lokal sampai pemiliknya dapat melewati pemeriksaan latar belakang federal.

McAlister mengatakan ia mengerti bagaimana beberapa orang mungkin tersinggung metode KBC. Dia menekankan bahwa gereja tidak menganjurkan kekerasan senjata.

"Kami menganjurkan senjata untuk berburu dan perlindungan saja, " katanya.

Tetapi beberapa pendeta lokal yakin bahwa Yesus tidak akan menerima ide menggunakan senjata untuk membagikan Injil.

"Betapa ironisnya menggunakan senjata untuk memikat laki-laki dalam mendengar berita tentang Yesus, yang mengatakan, 'Singkirkan pedang, "ujar Pendeta Joe Phelps dari Gereja Baptis Highland Louisville.

Nancy Jo Kemper, pendeta dari Gereja Union Baru di Versailles, mengatakan bahwa Perubahan Kedua Perayaan membuat "parodi" instruksi Kristus untuk "mengasihi sesamamu."

"Gereja tidak boleh mendorong orang di komunitas mereka untuk mempersenjatai diri melawan tetangga mereka, "kata Kemper. "Bagaimana mengerikannya jika salah satu senjata yang diberikan oleh gereja yang menyebabkan kematian dari korban yang tak berdosa."

Mirip di Bengkulu? Salat Berjamaah Berhadiah Mobil

Bulan lalu, di Indonesia terdapat program mirip di Kentuky. Wali kota Bengkulu mengaku menyediakan anggaran hingga Rp 20 miliar terkait program salat zuhur berjamaah berhadiah mobil, naik haji dan umrah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bengkulu Ku Religius yang dicetuskan politikus asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

"Warga yang paling rajin salat zuhur berjamaah di Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu, setiap hari Rabu akan mendapatkan hadiah, total hadiah sebesar Rp 20 miliar lebih," kata Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Rabu (12/2) kemarin seperti dikutip Antara.

Mengenai sumber dana, dia menjelaskan, sebagian berasal dari APBD Kota Bengkulu yakni sebesar Rp 2,3 miliar serta dana bantuan dari berbagai stakeholder.

"Banyak stakeholder yang membantu, belasan miliar lebih bantuan yang kita terima, termasuk saya pribadi yang langsung menyediakan hadiah sebuah mobil Kijang Innova bagi warga yang paling rajin ikut program ini, yakni lebih dari 52 kali salat zuhur berjamaah dan paling konsisten," paparnya.

Selain itu, warga yang rajin salat zuhur berjamaah tersebut juga akan mendapatkan kesempatan naik haji dan umrah gratis. "Bagi warga terbaik tiap kecamatan juga akan mendapatkan sembilan unit mobil Avanza untuk sembilan kecamatan, serta 67 unit sepeda motor untuk 67 kelurahan," katanya. (nydailynews.com/Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home