Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 02:19 WIB | Kamis, 12 November 2015

Mengintip Rumah Produksi Daur Ulang Plastik

Mengintip Rumah Produksi Daur Ulang Plastik
Seorang pekerja mengecek kelaikan payung yang terbuat dari sisa sampah plastik di salah satu rumah produksi barang daur ulang plastik di Jalan Pejaten Indah, Pasar Minggu, Jakarta Selata, Rabu (11/11). Rumah produksi yang sudah berjalan lebih dari lima tahun ini telah banyak mendaur ulang sampah plastik menjadi tas, dompet, dan payung, (Foto-foto: Dedy Istanto).
Mengintip Rumah Produksi Daur Ulang Plastik
Para pekerja sibuk membuat produk berbahan sampah plastik. Sampah plastik dimanfaatkan kembali menjadi barang berguna seperti tas, dompet, payung dan lain sebagainya di sebuah rumah produksi yang terletak di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Mengintip Rumah Produksi Daur Ulang Plastik
Suasana rumah produksi daur ulang plastik dengan pekerjanya yang tampak sibuk membuat produk dari sampah plastik.
Mengintip Rumah Produksi Daur Ulang Plastik
Salah satu pekerja tampak sibuk menjahit bahan baku plastik yang nantinya dibuat menjadi payung, tas, dompet di salah satu rumah produksi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Mengintip Rumah Produksi Daur Ulang Plastik
Suasana bengkel atau workshop daur ulang sampah plastik yang terletak di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang selama ini membuat produk-produk pesanan yang dijual baik di domestik maupun ekspor.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Memanfaatkan sisa sampah plastik menjadi barang berguna merupakan satu cara dalam mengurangi sampah di Jakarta. Salah satunya seperti di rumah daur ulang plastik yang telah banyak memproduksi barang-barang cantik dari sisa sampah tersebut.

Di sebuah rumah di Jalan Pejaten Indah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan telah banyak memproduksi barang seperti payung, tas, dompet, dan assesoris lainnya dari produk kemasan plastik yang sudah tidak terpakai.

Plastik sampah tersebut dikumpulkan dari berbagai tempat, baik dari pemulung, maupun perusahaan yang selama ini produknya menggunakan kemasan plastik. Sampah plastik tersebut dibersihkan dan dipilah berdasarkan corak serta gambar yang sama, lalu didesain dan dibentuk menjadi produk yang bermanfaat.

Menurut salah satu pekerja di rumah daur ulang itu, saat ini produk yang dibuat lebih banyak tas dengan model selempang. Selain itu ada juga dompet dan payung dengan berbagai ukuran. Untuk harga berkisar antara Rp 30.000 sampai Rp 250.000. Produk yang dibuat biasanya berdasarkan pesanan baik dari domestik maupun ekspor kebeberapa negara di Eropa.

Salah satu produk payung misalnya, dalam sehari bisa diproduksi mulai dari 10 sampai dengan 20 unit. Sementara untuk dompet serta tas bisa lebih dari itu, tergantung tingkat kesulitannya.

Rumah daur ulang milik Heriyanti ini sudah lebih dari lima tahun berjalan, dan telah memperkerjakan sekitar enam orang. Waktu kerja dimulai dari pagi hingga sore dengan pembagian tugas masing-masing mulai dari persiapan, desain, jahit, sampai pengemasan akhir.

Benjamin Bongardt pakar sampah dari Nature And Biodiversity Conservation Union (NABU) sebuah lembaga perlindungan alam Jerman mengatakan bahwa banyak plastik yang baru bisa terurai setelah 450 tahun. 

Sementara berdasar hasil studi University of Georgia Amerika Serikat, Indonesia setiap tahun membuang 3,8 juta ton sampah plastik. Sebanyak 80,7 persen sampah plastik tersebut menuju dan mencemari samudera sehingga mengancam kehidupan fauna laut. 

Indonesia menjadi negara kedua terbesar dunia yang memproduksi sampah plastik setelah Tiongkok yang menghasilkan sampah plastik hingga 11,5 juta ton per tahunnya.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home