Loading...
INDONESIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:52 WIB | Selasa, 28 Juli 2015

Menhan Berikan Pembekalan Capaja TNI-Polri

Menhan Berikan Pembekalan Capaja TNI-Polri
Prajurit TNI terima medali PBB di Afrika. (Foto: Perwira Penerangan Konga XXXVII-A/Minusca, Mayor Kav Eddy Wijaya )
Menhan Berikan Pembekalan Capaja TNI-Polri

SEMARANG, SATUHARAPAN.COM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, bertempat di Ruang Auditorium Akpol, Semarang, Senin (27/7) memberikan pembekalan kepada 793 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri Tahun 2015, terdiri dari  215 Taruna Akmil, 100 Kadet AAL, 89 Karbol AAU dan 389 Taruna/Taruni Polri yang akan di lantik menjadi Perwira TNI dan Polri pada tanggal 30 Juli 2015, oleh Presiden RI Ir Joko Widodo. 

Mengawali pembekalannya, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menyampaikan, pembekalan ini bertujuan untuk melengkapi ilmu pengetahuan yang telah diperoleh para Capaja TNI-Polri selama menempuh pendidikan. “Pembekalan tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman dan dorongan motivasi dalam bertugas”, katanya.

Materi pembekalan yang disampaikan oleh Menhan RI mencakup “Dinamika Lingkungan Strategis” dan “Hakekat Ancaman” yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini, dan “Semangat Bela Negara“ serta penekanan dan arahan yang dapat digunakan oleh para Capaja TNI-Polri dimasa yang akan datang, dihadiri pula oleh Danjen Akademi TNI, Gubernur Akademi Angkatan dan Akpol dan para Pejabat Akademi TNI dan Akpol.

Mengenai Dinamika Lingkungan Strategis, Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menekankan, perkembangannya dewasa ini semakin sulit diprediksi, kemajuan teknologi dan informasi berakibat batas antar negara bukan lagi penghalang dalam berinteraksi, sementara sifat ketergantungan antar negara juga semakin besar. Suatu peristiwa di suatu kawasan dapat segera mempengaruhi kawasan atau negara lain. Dinamisnya perkembangan lingkungan strategis tersebut, secara langsung maupun tidak langsung, telah menggeser kepentingan nasional serta prediksi ancaman yang akan dihadapi oleh setiap negara. 

Dari perkembangan lingkungan strategis tersebut, Menhan mengingatkan para Capaja TNI-Polri harus bersikap kritis dan antisipatif, agar dinamika perkembangan yang bersifat merugikan tidak teraktualisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sedangkan  untuk Ancaman Nyata, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menegaskan yaitu ancaman yang saat ini sedang kita hadapi dan sewaktu-waktu dapat terjadi, serta berpengaruh terhadap ketahanan nasional, seperti: terorisme dan radikalisme (perbuatan tidak berprikemanusiaan secara fisik dan non fisik), separatis dan pemberontakan, bencana alam (letak Indonesia pada cincin api Pasifik/ pacific ring of fire), pelanggaran perbatasan, perompakan dan pencurian sumber daya alam (merugikan perekonomian), wabah penyakit (sars, anthrax, aids, ebola, mers, bio terorisme), perang siber dan intelijen (dampak negatifnya dapat melumpuhkan roda pemerintahan), peredaran dan penyalahgunaan narkoba (dapat melemahkan sistem pertahanan negara).

“Hakekat ancaman tersebut juga dijadikan salah satu landasan, oleh Kementerian Pertahanan dalam menetapkan Kebijakan Strategis untuk mendukung Visi dan Misi Kabinet Kerja 2014-2019, khususnya pembangunan kekuatan pertahanan. Harus kita sadari bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, sehingga wajar memiliki kekuatan pertahanan yang disegani”, kata Menhan RI.

Sementara itu, terkait Pembinaan Kesadaran Bela Negara, Menhan RI juga mengingatkan para Capaja TNI-Polri agar senantiasa meningkatkan  nilai-nilai bela negara, yaitu: cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin terhadap kebenaran Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara, rela berkorban bagi bangsa dan negara, memiliki kemampuan awal bela negara.

“Hakikat bela negara merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara, guna melengkapi ketahanan nasional dan sebagai kekuatan dalam melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa, demi kelangsungan kehidupan serta kejayaan negara dan bangsa”, kata Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan  RI menyampaikan  beberapa penekanan dan arahan untuk dipraktekkan secara nyata dalam melaksanakan tugas-tugas dimasa yang akan datang diantaranya,  Pertama, tetapkan hati untuk berbakti bagi nusa dan bangsa. Kedua, jangan mencari kekuasaan dan materi, karena hal itu sudah menyimpang dari tujuan awal sebagai abdi Negara. Ketiga, apabila dalam perjalanan karier nantinya dipercaya dan memiliki peluang berkarya di bidang lain seperti gubernur, walikota, bupati dan sebagainya, itu merupakan suatu kepercayaan dan amanat yang harus dijalankan dengan baik.

“Tugas adalah kehormatan dan kebanggaan, untuk itu pelihara kekompakan, solidaritas, kerja sama yang baik antara TNI dan Polri, serta jangan melakukan perbuatan yang dapat mencoreng nama besar TNI dan Polri. Jadilah pemimpin yang dapat dicontoh oleh anak buah/bawahan, cermin keberhasilan sebagai pemimpin akan terlihat ketika anak buah menaruh kepercayaan dan loyal terhadap perintah atasannya”, kata  Menhan RI.

Mengakhiri pembekalannya Menhan RI berpesan,”jadilah insan teritorial yang dicintai, lakukan interaksi dan komunikasi yang baik dengan masyarakat di lingkungan bertugas untuk menciptakan suasana yang kondusif. "Baik-Baik Dengan Rakyat" sebagaimana yang sering saya sampaikan bukan hanya sekedar bunyi bunyian, namun jika nilai-nilainya dipahami dan dilaksanakan maka semangat rakyat akan tergugah untuk bersama-sama membangun bangsa ini. Sebagai prajurit TNI dan Bhayangkara Polri, jangan ada keinginan melibatkan diri dalam berpolitik praktis, pegang teguh netralitas agar tidak menciderai kehormatan dan profesionalisme kalian.”

Sebagaimana dalam salah satu amanat Panglima Besar Soerdirman, dalam konteks kekinian sangat relevan baik bagi prajurit TNI maupun Bhayangkara Polri berhubungan dengan netralitas dan disiplin yaitu: "Tentara hanya mempunyai kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini, lagi pula sebagai tentara disiplin harus dipegang teguh, dan tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga“.(PR Puspen TNI). 

Prajurit TNI Terima Medali PBB di Afrika

Sementara itu,  sebanyak 200 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI  Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-A/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic), menerima Penghargaan Medali PBB, atas dedikasi serta kontribusi terhadap misi perdamaian Minusca di Afrika, melalui upacara militer dengan Inspektur Upacara Force  Commander Minusca Letnan Jenderal Martin Chomu Tumenta, yang dilaksanakan di Camp Garuda, Mpoko-Bangui CAR (Central African Republic), Afrika, Senin (27/7).

Force Commander Minusca, dalam amanatnya menyampaikan rasa bangga, karena dapat secara langsung menyematkan Medali PBB mewakili Sekretaris Jenderal PBB, kepada Kontingen Zeni Indonesia yang secara luar biasa telah memberikan kontribusi serta dedikasi yang tinggi, dan turut berperan serta meletakkan dasar dibentuknya misi di negara Afrika.

Lebih lanjut Jenderal bintang tiga asal Kamerun, yang merupakan pimpinan tertinggi unsur militer baik Kontingen maupun Staf UN di Minusca.

Ia mengatakan, Kompi Zeni TNI yang hadir sejak pertengahan 2014 setelah sekitar 8 bulan sebelumnya bertugas di Haiti, dan kemudian melanjutkan misi di CAR, hadir 4 bulan sebelum Misi Minusca dibuka pada 15 September 2014 lalu, telah melakukan banyak karya konstruksi (vertikal dan horizontal) guna mendukung terbentuknya Misi Minusca.

Misi tersebut yakni  seperti penyiapan Lahan, Perbaikan Akses Jalan Pelabuhan Gonaives, Pembangunan Perkantoran Minusca HQ, Logbase, pembangunan UN Level II Hospital, Camp Transit, pergudangan dan Container Yard serta membantu Kontingen negara lain, dalam Penyiapan Camp bagi Gabon Batalyon, Mesir Heavy Transport, Serbia dan Srilanka Aviation.

“Kontribusi Pasukan Zeni Indonesia, telah diakui oleh pemerintah CAR baik di ibu kota Bangui maupun di beberapa daerah lain seperti Bouar dan Berberati, yang merupakan sektor tanggung jawab pasukan Indonesia, dimana keberadaan pasukan Indonesia telah memberikan banyak manfaat terhadap masyarakat CAR, dengan melakukan perbaikan jalur jalan utama dalam rangka mendukung pengiriman logistik, memperlancar patroli keamanan dan perbaikan kantor pemerintahan serta infrastruktur lainnya”, kata Letnan Jenderal Martin Chomu Tumenta.

Turut hadir pada Upacara tersebut, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dari Nairobi-Kenya Mr Ardhya Erlangga Arby, yang menyampaikan sambutan atas nama pemerintah Indonesia dengan mengucapkan terimakasih yang tulus kepada Force Commander Letnan Jenderal Martin Chomu Tumenta, Komisaris Jenderal Polisi Luiz Carrilho, dan semua komponen, Minusca baik sipil dan militer.

Diakhir acara Medal Parade, dilakukan penyematan Medali oleh Force Commander serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kepada Dansatgas Kizi TNI Letkol Czi Alfius Navirinda K. serta seluruh prajurit TNI Konga XXXVII-A/Minusca dan dilanjutkan pemberian cindera mata.

Pada upacara tersebut juga ditampilkan Tarian Dayak, yang diselingi atraksi beladiri Pencak Silat sebagai olahraga beladiri tradisional Indonesia oleh prajurit Indonesia, dan juga tidak ketinggalan dengan menyuguhkan kuliner khas Indonesia. (PR  Kapuspen)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home