Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 10:12 WIB | Sabtu, 16 Desember 2017

Menjadi Saksi

Kejujuran merupakan modal utama seorang saksi
Foto: istimewa

SATUHARAPAN.COM – ”Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes” (Yoh. 1:6). Demikianlah catatan penulis Injil Yohanes. Yohanes adalah utusan Allah. Dan yang mengutus pasti lebih tinggi dan penting kedudukannya ketimbang yang diutus.

Yohanes sendiri bukan pribadi sembarangan. Banyak orang menganggapnya Mesias, Elia, atau nabi yang akan datang. Tentu anggapan itu bukan tanpa sebab. Sikap maupun gaya hidupnya membuat menilainya tinggi.

Namun, di atas semuanya itu, yang lebih penting ialah Yohanes tidak mengutus dirinya sendiri. Dia adalah utusan Allah. Dan sebagai utusan Allah, dia berupaya setia dalam panggilannya—bahkan dengan nyawanya.

Panggilannya jelas: ”ia datang sebagai saksi untuk bersaksi tentang terang itu, supaya melalui dia semua orang menjadi percaya” (Yoh. 1:7). Panggilannya adalah menjadi saksi. Bukan mempersaksikan dirinya, melainkan bersaksi mengenai terang itu. Yohanes menjadi loudspeaker bagi Yesus Kristus. Ia adalah saksi yang bersaksi.

Yohanes tegas berkata bahwa dia bukan terang itu. Dia hanyalah saksi terang tersebut. Dan terang itu adalah Yesus Kristus! Ketika ada godaan untuk menggaungkan—menggemakan kehebatan diri, dengan tegas Yohanes berkata: ”Tidak!”

Yohanes Pembaptis—sebagaimana dicatat penulis Injil Yohanes—”bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu” (Yoh. 1:8). Kata ”harus” yang dipakai menyiratkan bahwa menjadi saksi bukanlah kewajiban, melainkan keniscayaan—tidak bisa tidak. Yohanes memang bukan terang itu. Kenyataan bahwa dia bukan terang, menyebabkan dia harus memberitakan terang tersebut.

Dan modal utama seorang saksi adalah kejujuran. Kalau tidak, itu namanya saksi dusta. Dan itulah yang secara konsiten ditampakkan oleh Yohanes Pembaptis. Ketika diperhadapkan dengan anggapan orang yang salah mengenai dirinya, tegas dia berkata, ”Aku bukan Mesias.” Dia tidak memanfaatkan ketidaktahuan orang lain. Anak Zakharia itu tidak mau tergoda untuk melakukan kebohongan publik.

Ya, kejujuran merupakan modal utama seorang saksi!

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home