Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 20:22 WIB | Minggu, 11 September 2016

Menkes Nyatakan Virus Zika Tidak Mematikan

Menteri Kesehatan Nila Moeloek memberikan keterangan untuk mewajibkan vaksin ulang secara gratis di Rumah Sakit milik pemerintah terhadap anak yang telah mendapatkan vaksin palsu setelah dilakukan pendataan ulang dan verifikasi berdasarkan kesepakatan dalam keterangan pers yang digelar di kantor Kementerian Kesehatan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (19/7) bersama dengan sejumlah institusi di antaranya Ikatan Dokter Anak Indonesia, Badan Pengawas Makanan dan Obat serta lainnya. (Foto: Dok.satuharapan.com/ Dedy Istanto).

LEBAK, SATUHARAPAN.COM – Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan virus Zika hingga kini tidak mematikan dan berbeda dengan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.

“Saya kira seorang penderita Zika di Malaysia yang meninggal dunia itu bukan disebabkan virus Zika, namun mereka mengalami komplikasi dengan penyakit penyerta lainnya," kata Nila saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Lebak, hari Minggu (11/9).

Sebetulnya, kata dia, penyakit Zika masuk kategori penyakit ringan dan tidak mematikan kepada penderitanya, namun berbahaya jika terkena ibu hamil bayi yang dilahirkannya beresiko mengalami cacat lahir mikrosefali.

Karena itu, ia membantah penderita Zika di Malaysia dapat mengakibatkan kematian.

Kemungkinan penderita tersebut mengalami komplikasi dengan penyakit penyerta, seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal kronis, batu ginjal, sakit otot dan rematik.

“Kami yakin pasien di Malaysia itu kematiannya bukan dari infeksi Zika itu," katanya seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, virus Zika itu tidak berbahaya jika dibandingkan dengan penyakit DBD di Indonesia yang bisa mematikan bagi penderitanya.

Penyebaran DBD tentu sangat mematikan bila tidak cepat mendapat pertolongan tenaga medis.

Selama ini, infeksi Zika tidak menunjukkan gejala khas, mirip gejala DBD.

Gejala yang muncul, seperti demam mendadak, ruam kemerahan di kulit, nyeri otot dan sendi, mata merah, pusing, serta lemas.

Penyebaran penyakit Zika tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Nyamuk itu membawa virus saat ia menggigit seseorang yang terinfeksi Zika.

Untuk itu, jika satu warga terserang infeksi Zika, maka satu lingkungan harus mewaspada penyebaran penyakit menular tersebut.

Untuk memutus mata rantai penyebaran zika sama dengan pencegahan DBD, yakni melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuak (PSN) dengan menguras penyimpanan air dan mengubur atau menutup wadah yang bisa menampung air. Pengasapan efektif dilakukan pada malam ketika angin tidak kencang.

“Kami minta warga agar mengoptimalkan kebersihan lingkungan agar tidak tertular penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan hingga saat ini di daerahnya tidak ditemukan penderita virus Zika.

“Kami meminta warga mengoptimalkan PSN dan 3M (mengubur,menutup dan menguras) agar tidak berkembangbiak nyamuk Aedes,” katanya.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home