Loading...
EKONOMI
Penulis: Prasasta Widiadi 04:56 WIB | Selasa, 14 Juli 2015

Menkeu Prediksi Laju Inflasi Ramadan Terkendali

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melakukan inspeksi mendadak saat sidak harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (10/9) dini hari. Rachmat Gobel menghimbau kepada seluruh pedagang sayur dan buah di pasar agar tidak menaikan harga terlalu tinggi yang menyebabkan dan berpengaruh kepada inflasi. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memprediksi bulan Ramadan tidak akan menyumbang inflasi yang tinggi, karena pemerintah telah berupaya mengendalikan harga komoditas pokok sejak dua bulan lalu.

"Ini masih pertengahan bulan, tapi kalau melihat inflasi Juni ada indikasi bahwa inflasi Ramadan dan Lebaran akan jadi yang mungkin terendah dalam lima tahun terakhir," kata Bambang di Jakarta, hari Senin (13/7).

Menkeu mengatakan belum mengetahui perkiraan inflasi pada Juli 2015, namun proyeksinya relatif rendah karena pemerintah telah menjaga agar harga tidak melambung tinggi, dengan merumuskan kebijakan pengendalian harga.

"Ini indikasinya berarti kita bisa mengendalikan selama Ramadan dan Lebaran. Karena kebutuhan pangan jika tidak disertai demand memadai akan ada kenaikan harga. Bulan lalu, kita sudah lakukan operasi pasar," kata Menkeu.

Menkeu mengklaim upaya itu efektif untuk meredam inflasi, apalagi meskipun ada tren pelemahan konsumsi rumah tangga, namun biasanya masyarakat tetap berbelanja pada event Ramadan dan Lebaran.

"Ramadan dan Lebaran itu pola yang tidak biasa, artinya setiap Lebaran apapun kondisi ekonominya, selalu ada lonjakan permintaan. Artinya pemerintah mampu mengendalikan lonjakan permintaan yang sifatnya sesaat," kata Menkeu.

Dengan tingkat inflasi tahun kalender Januari-Juni 2015 yang masih tercatat 0,96 persen, Menkeu pun menyakini laju inflasi pada akhir tahun berada pada perkiraan 4,0 persen-4,5 persen atau lebih rendah dari asumsi APBN-Perubahan 5,0 persen.

Pada Juni 2015 tercatat inflasi sebesar 0,54 persen yang sebagian besar disumbangkan oleh naiknya komoditas bahan makanan, seperti cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras dan beras.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menambahkan pada periode Juli menjelang Lebaran, pemerintah harus menyiagakan pasokan lebih banyak untuk bahan makanan agar tidak terjadi inflasi tinggi. (Ant).

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home