Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 06:33 WIB | Selasa, 04 Agustus 2020

Menlu Lebanon Mundur, Karena Tidak Ada Kemauan Politik untuk Reformasi

Menlu Lebanon, Nasiif Hitti. (Foto: dok. Reuters)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM-Menteri Luar Negeri Lebanon, Nassif Hitti, mengundurkan diri pada hari Senin (3/8), karena menilai kurangnya kemauan politik untuk melakukan reformasi untuk menghentikan krisis keuangan. Dia juga mengingatkan bahwa Lebanon menjadi negara gagal.

Para donor asing telah menjelaskan bahwa tidak akan ada bantuan sampai Beirut membuat perubahan untuk mengatasi korupsi yang menjadi sampah negara, dan akar dari krisis. Ini merupakan ancaman terbesar bagi stabilitas Lebanon sejak perang saudara pada periode 1975-1990.

"Mengingat tidak adanya kemauan yang efektif untuk mencapai reformasi struktural dan komprehensif yang  dituntut masyarakat kita, dan komunitas internasional untuk kita lakukan, saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri," kata Hitti dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, menerima pengunduran diri itu dan melakukan pembicaraan telepon ketika ia mencari pengganti, kantornya mengatakan pada hari Senin.

Banyak Konflik Kepentingan

Hitti adalah seorang mantan duta besar untuk Liga Arab. Dia diangkat pada Januari ketika kabinet Diab mengambil alih kantor dengan dukungan kelompok gerakan Hizbullah yang didukung Iran dan sekutunya.

"Saya mengambil bagian dalam pemerintahan ini untuk bekerja pada satu bos bernama Lebanon, kemudian saya menemukan banyak bos dan kepentingan yang bertentangan di negara saya," kata Hitti.

"Jika mereka tidak melakukan bersama-sama demi menyelamatkan rakyat Lebanon, Tuhan melarang, kapal akan tenggelam bersama semua orang di atasnya," katanya.

Dia juga memiliki perbedaan dengan Diab dan frustasi karena dikesampingkan, kata sumber yang dekat dengan kementerian luar negeri. Diab tampaknya mengkritik menteri luar negeri Prancis, karena mengaitkan bantuan dengan reformasi dan kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) ketika mengunjungi Beirut bulan lalu.

Lebanpon dililit hutang, dan pada bulan Mei gagal membayar cicilan. Dua anggota tim perunding Lebanon dengan IMF berhenti sebagai protes atas penanganan krisis.

Harapan kesepakatan dengan IMF terhalang oleh perselisihan tentang skala kerugian finansial yang besar antara pemerintah, sektor perbankan dan anggota parlemen dari partai-partai utama.

Digantikan Charbel Wehbe

Presiden Michel Aoun, dan Perdana Menteri Libanon menandatangani dekrit yang menerima pengunduran diri Hitti pada hari Senin dan menunjuk Charbel Wehbe untuk menggantikannya, kata kepresidenan di akun Twitter-nya.

Wehbe adalah penasihat diplomatik Presiden Michel Aoun. Dekrit tersebut kemudian dibacakan oleh sekretaris jenderal kabinet dalam sambutan yang disiarkan oleh media lokal. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home