Loading...
INDONESIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:16 WIB | Kamis, 24 Maret 2016

Menpora Siagakan 1.500 Kader Desa Perangi Narkoba

Ilustrasi: Tolak Peredaran Narkoba. Seorang wartawan lokal melintas di depan spanduk sosialisasi cegah narkoba jelang peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 26 juni 2013 di Lhokseumawe, Provinsi Aceh. (Foto: Antara/Rahmad)

JEMBER, SATUHARAPAN.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan, kementeriannya menyiagakan 1.500 kader desa untuk menggerakkan pemuda desa setempat, dalam hal memerangi bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

"Sebentar lagi Kemenpora akan merekrut 1.500 kader penggerak antinarkoba di masing-masing desa, sebagai ujung tombak untuk memerangi narkoba di tingkat desa," katanya seusai mengukuhkan mahasiswa antinarkoba di Kampus IKIP PGRI Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (24/3).

Menurut dia, semua pihak harus melakukan antisipasi dengan salah satunya membentuk kader antinarkoba, karena mereka akan menjadi ujung tombak yang akan menjelaskan kepada masyarakat, terutama kalangan generasi penerus bangsa tentang bahaya narkoba, yang sangat mematikan tersebut.

"Sebanyak 1.500 kader desa antinarkoba tersebut, memiliki tugas melakukan penyuluhan kepada masyarakat di desanya karena narkoba dapat memutus rantai generasi hebat, sehingga diharapkan dengan penyuluhan itu mampu menyelamatkan generasi muda di desa," kata pria yang akrab disapa Cak Imam itu.

Kader desa antinarkoba itu, kata dia, diharapkan dapat bekerja sama dengan aparat kepolisian setempat untuk menekan peredaran narkotika di desa setempat, dan menjadi ujung tombak untuk menyadarkan generasi muda di desa, dengan komitmen berperang melawan narkoba.

"Saya juga berterima kasih kepada Rektor IKIP PGRI Jember, yang sudah membentuk kader mahasiswa antinarkoba di kampus, sehingga diharapkan perguruan tinggi juga menjadi ujung tombak dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba," katanya.

Data di Kemenpora mencatat pilot project pembentukan kader desa antinarkoba tahun 2016, akan dilakukan di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sementara Rektor IKIP PGRI Jember, M Fadil Djamali mengatakan, pembentukan kader mahasiswa antinarkoba merupakan bentuk komitmen kampusnya, untuk memerangi narkoba dan mewujudkan kampus IKIP PGRI bebas narkoba.

"Alhamdulillah pengukuhan mahasiswa IKIP PGRI Jember, sebagai ujung tombak memerangi narkoba di kampus, dikukuhkan oleh Menpora, sehingga diharapkan semakin memotivasi mereka untuk terus bergerak melawan narkoba di kampus setempat," katanya. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Back to Home