Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:46 WIB | Rabu, 08 Juli 2020

Mesir, Yordania, Prancis dan Jerman Ingatkan Israel Tidak Aneksasi Tepi Barat

Pemandangan dari udara menunjukkan pemukiman Yahudi Kochav Hashachar di Tepi Barat yang diduduki Israel pada 23 Juni 2020. (Foto: dok. Reuters)

BERLIN, SATUHARAPAN.COM-Mesir, Prancis, Jerman dan Yordania pada hari Selasa (7/7) memperingatkan Israel agar tidak mencaplok sebagian wilayah Palestina, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat memiliki konsekuensi bagi hubungan bilateral.

Dalam sebuah pernyataan yang didistribusikan oleh Kementerian Luar Negeri Jerman, negara-negara tersebut, termasuk dua mitra utama Israel di Timur Tengah, mengatakan menteri luar negeri mereka telah membahas bagaimana memulai kembali perundingan antara Israel dan Otoritas Palestina (PA).

Mereka, bersama dengan sebagian besar negara Eropa lainnya, menentang rencana Israel yang kan menganeksasi bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki sebagai bagian dari kesepakatan damai yang dipromosikan oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Otoritas Palestina, yang menginginkan Tepi Barat untuk negara Palestina di masa depan, menentang langkah itu. Amerika Serikat belum memberikan persetujuannya terhadap rencana aneksasi.

"Kami sepakat bahwa setiap aneksasi wilayah Palestina yang diduduki pada tahun 1967 akan menjadi pelanggaran hukum internasional dan membahayakan fondasi proses perdamaian," kata menteri luar negeri Eropa dan Timur Tengah setelah konferensi video mereka.

"Kami tidak akan mengakui adanya perubahan pada perbatasan 1967 yang tidak disetujui oleh kedua belah pihak dalam konflik," tambah mereka. "Itu bisa juga memiliki konsekuensi untuk hubungan dengan Israel."

Israel tidak memberi tanggapan segera. Tetapi dalam sebuah pernyataan terpisah, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan dia telah mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, pada hari Senin (6/7) bahwa dia berkomitmen untuk rencana perdamaian "realistis" Trump.

"Israel siap untuk melakukan negosiasi berdasarkan rencana perdamaian Presiden Trump, yang kreatif dan realistis, dan tidak akan kembali ke formula masa lalu yang gagal," kata pernyataan itu. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home