Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 14:53 WIB | Sabtu, 21 Mei 2016

Modal Rp 6,95 T Investor AS Minati Sektor Manufaktur di RI

Kepala BKPM, Franky Sibarani. (Foto: Dok. satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat (AS) berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 500 juta (setara dengan Rp 6,95 triliun dengan asumsi kurs APBN Rp 13.900).

Perusahaan berencana untuk menginvestasikan modalnya melalui lima proyek manufaktur dengan nilai investasi maksimal US$ 100 juta untuk setiap proyek. Saat ini perusahaan tengah mencari mitra lokal untuk merealisasikan minatnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, menyatakan bahwa masuknya minat investasi perusahaan tersebut berdampak positif bagi investasi di Indonesia mengingat jumlahnya yang cukup besar.

”Kami berharap agar investor dapat segera memberikan komitmen dan merealisasikan investasi ini, karena nilainya cukup besar mencapai Rp 6,95 triliun dengan asumsi kurs APBN sebesar Rp 13.900,” kata Franky dalam keterangan resmi kepada media, hari Sabtu (21/5).

“Sejauh ini perusahaan belum menyampaikan proyek dan lokasi yang dipilihnya, tapi mereka sedang dalam tahap pencarian perusahaan nasional yang sekiranya dapat dijadikan mitra untuk bisnis mereka,” dia menambahkan.

Franky menjelaskan bahwa kantor perwakilan BKPM (IIPC) New York tengah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk memfasilitasi kebutuhan investor yang akan mencari mitra lokal.

”Kami sudah menginstruksikan kepada perwakilan kami di New York untuk membantu perusahaan, salah satunya dengan berkoordinasi dengan OJK dan Kadin supaya perusahaan segera menjalankan proyek mereka,” lanjutnya.

Pejabat Kantor Perwakilan BKPM di New York (IIPC) Elsa Noviliyanti mengemukakan bahwa pihaknya sedang melakukan komunikasi intensif OJK dan Kadin untuk memfasilitasi kebutuhan investor.

“Investor menyampaikan kepada kami bahwa mereka membutuhkan data terkait perusahaan nasional dalam rangka mencari mitra lokal. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait sebagai bentuk komitmen kami dalam mengawal para investor sampai merealisasikan investasinya,” kata Elsa.

Selain tanggap dalam memfasilitasi kebutuhan investor, tim dari IIPC New York juga terus aktif melakukan kegiatan promosi investasi untuk menjaring  minat investasi di Amerika Serikat.

“Bekerja sama dengan tim Marketing Officer dan perwakilan RI di Amerika Serikat, kami terus berusaha menarik minat investor melalui program-program promosi,” Lanjut Elsa.

AS tergolong negara prioritas pemasaran investasi. Dari data yang dimiliki oleh BKPM pada tahun 2015, nilai realisasi investasi AS mencapai US$ 893 juta terdiri dari 261 proyek dengan didominasi oleh sektor-sektor pertambangan. Dari sisi komitmen, tercatat masuknya komitmen US$ 4,8 miliar terdiri dari 76 proyek.

BKPM pada tahun 2016 menargetkan capaian realisasi investasi bisa tumbuh 14,4 persen dari target tahun 2015 atau mencapai Rp 594,8 triliun.

Realisasi ini dikontribusi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 386,4 triliun atau naik 12,6 persen dari target PMA tahun lalu, serta dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 208,4 triliun naik 18,4 persen dari target PMDN tahun lalu. Sedangkan dari sisi penyerapan tenaga kerja di tahun 2016, BKPM menargetkan penyerapan 2 juta tenaga kerja.

Untuk mencapai target tersebut, BKPM pada  menetapkan 10 negara prioritas termasuk di antaranya Amerika Serikat, Australia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, RRT, Timur Tengah, Malaysia, dan Inggris.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home