Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 16:38 WIB | Kamis, 19 Mei 2016

Muffest Indonesia 2016 untuk Cek Ombak Event Besar

Muffest Indonesia 2016 untuk Cek Ombak Event Besar
Salah satu contoh busana muslim karya kolaborasi Run-thing dengan Argomanunggal yang akan ditampilkan dalam Muffest Indonesia 2016. (Foto-foto: Melki Pangaribuan)
Muffest Indonesia 2016 untuk Cek Ombak Event Besar
Taruna K. Kusmayadi, Project Director Muffest Indonesia 2016.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Project Director Muslim Fashion Festival Indonesia 2016 (Muffest Indonesia), Taruna K. Kusmayadi, mengatakan penyelenggaran Muffest Indonesia pada 25-29 Mei 2016 di Jakarta sebagai percobaan acara fashion serupa yang skalanya lebih besar pada tahun depan.

Dia berharap Muffest Indonesia 2016 menjadi barometer untuk diadakannya Muslim Fashion Week pada waktu yang akan datang.

“Harapan saya bahwa (Muffest Indonesia 2016) ini akan menjadi barometer untuk membuat Muslim Fashion Week tahun depan dong. Itu harapan saya,” kata Taruna kepada satuharapan.com di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, hari Kamis (19/5).

“Jadi ini (Muffest Indonesia 2016) percobaan deh. Percobaan gitu untuk cek-cek ombak gitu untuk kita mengadakan hal yang lebih besar tahun depan. Itu rencana saya,” dia menambahkan.

Indonesian Fashion Chamber (IFC) bersama Hijabersmom Community (HmC) dan Ditali Cipta Kreatif akan menggelar Muffest Indonesia untuk pertama kalinya di Jakarta. Muffest Indonesia akan digelar pada 25-29 Mei 2016 di Plaza Selatan, Istora Senayan, Jakarta dengan mengusung tema #ScreenshootTheLook.

Advisor IFC ini mengaku, kesiapan panitia Muffest Indonesia 2016 sudah mencapai 90 persen mulai dari penyebaran undangan acara hingga persiapan pemasangan panggung pada hari pelaksanaan.

“Kalau panitia ya kita waktunya kurang melulu, tetapi mau enggak mau harus kita siapkan ya bahwa last minute, sampai last minute kita sirkulasi undangan masih berlangsung. Mestinya, harusnya baru minggu lalu sudah disirkulasikan,” katanya.

“Nah tetapi kan memang finalisasi daripada eksibitor, yang mau fashion show, itu tuh masih mundur maju mundur maju, itu biasalah di acara seperti ini. Sampai dua hari sebelum hari H-nya kan, kita kan dua minus H-nya kan harus konsentrasi untuk membangun tendanya ya, tendanya sama stage-nya, sama mini stage-nya. Tapi selain itu 90 persen okelah persiapannya,” lanjutnya.

Target 80.000 Pengunjung

Taruna menargetkan pengunjung Muffest Indonesia tahun ini mencapai 80.000 orang dengan perhitungan dilaksanakan lima hari penuh. “Target pengunjung kita sih untuk lima hari itu mudah-mudahan 80.000-lah. Karena lima hari saya pikir itu enggak muluk-muluk deh,” katanya.

Muffest Indonesia 2016 menggelar rangkaian kegiatan berupa fashion show, exhibition (pameran dagang), seminar/talkshow, workshop, competition, community gathering, trend installation, bahkan dilengkapi dengan Kuliner Halal persembahan dari Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPEMI).

Dalam gelaran fashion show beragam karya desainer dan label busana muslim tanah air akan ditampilkan, di antaranya Ria Miranda, Jenahara, Irna Mutiara, Restu Anggraini, Hannie Hananto, Itang Yunasz, Deden Siswanto, Ali Charisma, Sofie, dan desainer ternama Indonesia lainnya.

Selain itu rancangan desainer perwakilan Malaysia Fashion Week dan sejumlah desainer dari Turki, Italia, Rusia, Uni Emirat Arab dan Bangladesh yang tergabung dalam Islamic Fashion and Design Council (IFDC) turut hadir dalam Muffest Indonesia.

Area exhibition Muffest Indonesia 2016 akan menampilkan lebih dari 250 label fashion muslim yang memperkuat konsep ritel atau B2C (Business to Customer) sekaligus mengarah pada B2B (Business to Business) dengan mendatangkan buyer lokal dan internasional.

“Targetnya sih sebetulnya saya maunya 400 brand, tetapi karena berhubung satu hal dan ini di-announce-nya juga agak mendadak ya dua bulan yang lalu. Jadi kita bisa terkumpul 200-250 brand,” katanya.

Dengan diadakan Muffest Indonesia 2016 pada pekan depan ini, Taruna mengharapkan para desainer untuk mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan dan tidak hanya sekadar berbisnis temporal saja.

“Harapannya mereka tidak hanya talent, tidak hanya bakat, tidak hanya facility dalam mendesain, tetapi juga harus memikirkan keterlanjutan daripada bisnis mereka juga sendiri. Jadi enggak cuma hebohnya saja, satu tahun satu tahun ke dua dua tahun kedua, tetapi keterlanjutan daripada kepemilikan brand-nya itu bisnisnya seperti apa yang harus dikembangkan,” katanya. 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home