Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 20:38 WIB | Selasa, 02 Februari 2016

Muhaimin Kritik Kyai Selebriti yang Gampang Mengkafirkan Umat

Muhaimin Kritik Kyai Selebriti yang Gampang Mengkafirkan Umat
Dari kiri ke kanan: Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, dan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Anim Falahudin Mahrus pada Dialog Deradikalisasi Menangkal Terorisme, hari Selasa (2/2) di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh I, Jakarta. (Foto-foto: Prasasta Widiadi).
Muhaimin Kritik Kyai Selebriti yang Gampang Mengkafirkan Umat
Direktur Jenderal Pembinaan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Dirjen Bimas Islam Kemenag), Mahasin (kanan) dan Pemerhati Sosial Keagamaan, Nasir Abas (kiri) pada Dialog Deradikalisasi Menangkal Terorisme, hari Selasa (2/2) di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh I, Jakarta.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan umat Muslim yang ada di Indonesia wajib berorganisasi, bila tidak maka dikhawatirkan akan mengalami kesimpang siuran yang salah tentang agama.

“Saya ingatkan kepada umat Islam, berorganisasilah  jangan beragama sendiri-sendiri, jadi kalau tidak NU (Nahdlatul Ulama, red) ya Muhammadiyah (Pengurus Pusat Muhammadiyah, red),” kata Muhaimin saat memberi sambutan pada Dialog Deradikalisasi Menangkal Terorisme, hari Selasa (2/2) di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh I, Jakarta.   

“Umat Islam wajib berorganisasi. Setidak-tidaknya ya itu tadi (NU atau Muhammadiyah, red), kalau ada organisasi yang kecil berkoordinasilah dengan kami, tidak harus  ikut partai politik,” kata dia.

Muhaimin menambahkan apabila  tidak berorganisasi akan berujung kepada kesimpangsiuran pemahaman keagamaan. “Sekarang ini mulai banyak bibit radikalisme di televisi kalau kita lihat  banyak kyai  baru yang pemahaman Islam masih dangkal tapi sudah  mengkafirkan orang lain seenaknya,” kata dia.  Kyai yang banyak tampil di televisi sering disebut sebagai kyai selebriti.

“Anda baru bisa mengkafirkan dan menjelek-jelekkan orang lain kalau Anda sudah kenal baik NU atau Muhammadiyah,” dia menambahkan.

Muhaimin menyebut situasi keagamaan yang terjadi di Timur Tengah  karena  umat Muslim tidak memiliki  organisasi dan tidak ada kepemimpinan. “Kita tahu alim ulamanya itu lebih alim daripada Indonesia, tapi setiap hari di Suriah itu adalah pertumpahan darah dari  sesama umat Islam,” kata dia.

Muhaimin mengemukakan dialog tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari kerja PKB untuk menangkal terorisme di Indonesia. “Salah satu langkah penting adalah  deradikalisasi digalakkan dengan cepat, PKB terus bekerja agar radikalisme yang melahirkan terorisme tidak cepat tumbuh dan berkembang,” kata dia.

Dia menambahkan realitas yang ada saat ini menunjukkan semangat nasionalisme penduduk Indonesia terjaga bila masyarakat memiliki dasar keagamaan yang kuat sehingga radikalisme yang  datang media sosial dapat diminimalisir. 

“Di dunia sosial media kita akan melihat  adu domba terus terjadi, dan radikalisme menjadi makanan sehari-hari. Tema penting ini adalah upaya kita semua lewat seluruh masyarakat Nahdliyyin untuk menjadi pencegah dan penangkal lahirnya radikalisme di tanah air,” kata dia.

Dalam Dialog tersebut yang menjadi pemateri antara lain  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Anim Falahudin Mahrus, Dirketur Jenderal Pembinaan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Dirjen Bimas Islam Kemenag), Mahasin, Pemerhati Sosial Keagamaan, Nasir Abas.  

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home