Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 08:15 WIB | Senin, 24 April 2017

MUI: Kemiskinan Berpotensi Timbulkan Radikalisme

Ilustrasi. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) didampingi Wali Kota Tangerang Arif R. Wismanyah (kiri) berbincang dengan pembeli pada peluncuran e-Warong Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan (PKH) di Karawaci, Tangerang, Banten, Kamis, (12/1). Peluncuran e-Warong atau elektronik warung gotong royong untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhannya karena dapat meringankan beban pengeluaran keluarga miskin. (Foto: Antara)

LEBAK, SATUHARAPAN.COM - Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori mengatakan, kemiskinan berpotensi menimbulkan radikalisme dan pemerintah harus memiliki perlindungan terhadap pelaku ekonomi kecil di masyarakat.

"Kami prihatin mudahnya perizinan toko serba ada atau toserba hingga masuk ke pelosok-pelosok desa sehingga dikhawatirkan menimbulkan ancaman usaha kecil," kata KH Akhmad Khudori di Lebak, Minggu (23/4).

Apabila pelaku usaha ekonomi kecil mengalami kebangkrutan akibat merebaknya toserba, seperti Alfamart, Indomart, dan Alfamidi.

Selain itu juga orang kaya menguasai lahan-lahan sehingga masyarakat tidak bisa mengelola pertanian.

Akibat merebaknya toserba dan lahan-lahan itu dikuasai orang kaya dipastikan dapat menimbulkan kemiskinan dan ketimpangan sosial.

Karena itu, pemerintah daerah harus melindungi pelaku ekonomi kecil melalui kebijakan agar usaha mereka bisa berkembang.

Disamping itu juga pemerintah daerah menyalurkan bantuan penguatan modal maupun pembinaan usaha.

"Kami yakin jika pelaku ekonomi itu tumbuh dan berkembang dipastikan masyarakat tidak terpengaruh ajakan radikalisme," katanya.

Menurut Akhmad Khudori, pemerintah daerah agar memperketat perizinan waralaba atau toserba sehingga pelaku ekonomi kecil bisa berkembang.

Saat ini, di pelosok-pelosok kecamatan dan desa banyak ditemukan toserba.

MUI Lebak berharap kedepan proses perizinan usaha toserba itu diperketat agar masyarakat ekonomi kecil bisa terlindungi.

Sebab, jika kehidupan ekonomi masyarakat penuh kemiskinan dan kesenjangan sosial tentu sangat mudah terpengaruhi oleh ajakan-ajakan orang yang tidak bertanggung jawab. 

Bahkan, mereka mudah direkrut menjadi anggota terorisme.

Kasus pelaku terorisme di Tanah Air akibat lilitan kemiskinan dan perlu mendapat perhatian pemerintah daerah agar mereka bisa membuka usaha.

Kemiskinan itu juga diharamkan menurut ajaran Islam karena mendekati kekufuran.

Ia mengajak umat Muslim agar mengembangkan ekonomi kreatif sehingga dapat memenuhi kebutuhan sandang dan pangan.

Pihaknya juga mengapresiasikan perhatian Bupati Lebak yang mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tumbuh dan berkembang.

Kehadiran pelaku UMKM dapat menyumbangkan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga mengatasi kemiskinan dan pengangguran. 

"Kami mendorong UMKM terus berkembang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan," katanya. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home