Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 12:46 WIB | Sabtu, 21 Januari 2017

Myanmar Tuding PM Malaysia Memanfaatkan Krisis Rohingya

Ilustrasi: Mantan Sekjen PBB, Kofi Annan, ketika berkunjung ke Sittwe dan Maugdaw di Rakhine, Myanmar, pada 7 September lalu. (Foto: Dok satuharapan.com/Ist)

YANGON, SATUHARAPAN.COM – Pemerintah Myanmar, Jumat (20/1), mengecam Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, menudingnya memanfaatkan krisis Rohingya yang berlangsung di Negara Bagian Rakhine untuk “kepentingan politik” sendiri.

Perdana menteri Malaysia itu telah mengkritik keras Myanmar sejak aksi kekerasan yang meletus di bagian utara negara bagian itu pada Oktober, ketika militer mulai memburu pelaku di balik serangan mematikan di pos perbatasan kepolisian.

Sejak saat itu, sedikitnya 66.000 warga Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh atas dugaan bahwa pasukan keamanan melakukan aksi pemerkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan massal yang Najib anggap sebagai “genosida”.

Pada Kamis, dia memanfaatkan pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menyerukan diakhirinya “kekejaman tak terperi” yang memaksa minoritas muslim Rohingya keluar dari tempat kelahiran mereka sendiri.

Komentarnya menuai respons marah dari Myanmar, yang membantah semua dugaan pelanggaran terhadap Rohingya, sebaliknya menyalahkan “berita bohong” karena menyebarkan tuduhan tak berdasar.

“Najib memanfaatkan Myanmar untuk kepentingan politiknya sendiri, terhadap prinsip-prinsip ASEAN,” ujar wakil direktur Kementerian Luar Negeri Myanmar, Aye Aye Soe, kepada AFP, mengutip blok Asia Tenggara tersebut. (AFP/Ant)

Editor : Sotyati

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home