Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 20:28 WIB | Rabu, 22 April 2015

Nguyen Anh Dung Puji Sean Winshand Juara Sejati

Nguyen Anh Dung Puji Sean Winshand Juara Sejati
Nguyen Anh Dung (paling kanan), Sean Winshand Cuhendi (kedua dari kanan), Irene Kharisma Sukandar (kedua dari kiri), dan Farid Firmansyah (paling kiri) para peserta catur Japfa Chess Tournament 2015. (Foto-foto: Prasasta Widiadi).
Nguyen Anh Dung Puji Sean Winshand Juara Sejati
Sean Winshand Cuhendi (kiri) dan Medina Warda Aulia (kanan) di final Japfa Chess Tournament 2015.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pecatur Vietnam yang berpartisipasi di Japfa Chess Tournament, Nguyen Anh Dung memuji Sean Winshand sebagai  juara sejati. 

“Dia adalah pecatur yang baik, dia bermain tidak ada rasa lelah, bisa menjadi bibit masa depan bagi negara Anda (Indonesia),” kata Nguyen kepada satuharapan.com setelah acara penutupan Japfa Chess Tournament 2015, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (22/4).

Sean Winshand Cuhendi berhasil keluar sebagai pemenang Japfa Chess Tournament setelah menduduki peringkat pertama dari 12 peserta catur tahunan yang diselenggarkan PT Japfa Comfeed Tbk tersebut.

Pecatur yang masih bersekolah di SMA Negeri 21 Jakarta tersebut menduduki peringkat pertama mengalahkan pecatur Vietnam, Nguyen Anh Dung yang ada di peringkat kedua. Sean meraih nilai 7,5 karena di partai terakhir menahan remis Medina Warda Aulia, sementara Nguyen berada di peringkat kedua meraih nilai 7.

Nguyen Anh Dung adalah salah satu pecatur putra Vietnam yang berkontribusi pada raihan medali emas Vietnam di cabang catur, di nomor catur cepat.

“Tidak, Sean menang dengan baik, ini bukan hanya faktor keberuntungan, dia benar-benar berbakat,” Nguyen menambahkan.

Nguyen sempat menjadi salah satu kandidat kuat pemenang di Japfa Chess Tournament 2015 karena berhasil menduduki posisi pertama dari pertandingan pertama hingga kelima,  yang berlangsung Minggu (19/4) Nguyen masih ada di posisi teratas dengan nilai 5,5 akan tetapi lama kelamaan Sean Winshand Cuhendi membuktikan diri mampu menyodok peringkat pertama hingga turnamen berakhir dan memenangkan hadiah 2.000 dolar AS.

Nguyen menceritakan bahwa saat berhadapan dengan Sean pada babak kelima yang berlangsung Minggu (19/4), Nguyen hanya dapat bermain remis (imbang).

“Dia tangguh, tetapi terus terang saja baru kali ini saya menghadapi dia,  pergerakannya (bidak catur Sean Winshand) itu terkadang tidak terduga,” Nguyen menjelaskan.

Nguyen bersyukur Indonesia memiliki kompetisi dan turnamen catur yang digelar teratur, berbeda dengan di negaranya yang hanya digelar Pelatnas.

“Kami sedikit kesempatan untuk bertanding di dalam negeri, saya banyak berlatih dengan berpartisipasi di turnamen-turnamen di luar negeri. Saya harap catur di Indonesia bisa mendunia,” kata laki-laki bergelar Grand Master tersebut.   

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home