Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 11:37 WIB | Selasa, 06 April 2021

Nigeria: 1.800 Narapidana Kabur Setelah Serangan di Penjara

NIGERIA, SATUHARAPAN.COM-Lebih dari 1.800 narapidana melarikan diri setelah pria bersenjata berat menyerang sebuah penjara di wilayah selatan dengan menggunakan bahan peledak, kata otoritas penjara pada hari Senin (5/4). Ini merupakan salah satu pembobolan penjara terbesar di negara itu.

Para penyerang menerobos masuk ke penjara Owerri di negara bagian Imo, terjadi baku tembak dengan penjaga, kata otoritas koreksi nasional dalam sebuah pernyataan.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa komando Negara Bagian Imo untuk Layanan Pemasyarakatan Nigeria telah diserang oleh orang-orang bersenjata tak dikenal di Owerri," kata juru bicara layanan negara bagian Imo, James Madugba, kepada AFP, menambahkan bahwa jumlah narapidana yang melarikan diri belum dikonfirmasi. Namun situasi terkendali, katanya.

Para penyerang tiba dengan truk pickup dan bus sebelum menyerbu fasilitas tersebut, kata pihak berwenang. Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari, dalam sebuah pernyataan menyebut serangan itu sebagai "aksi terorisme" dan mendesak pasukan keamanan untuk menangkap para penyerang dan tahanan yang melarikan diri.

Gubernur negara bagian tetangga, Abia memberlakukan jam malam di dua kota di sana setelah pelarian dari penjara, kata sebuah pernyataan. Itu dilakukan untuk melindungi penduduk setempat.

Negara bagian Imo adalah bagian dari wilayah yang telah lama menjadi sarang kelompok separatis dan ketegangan antara otoritas federal dan penduduk asli, Igbo, sering kali meningkat.

Gerakan separatis Masyarakat Asli Biafra (IPOB) baru-baru ini memposting video di media sosial tentang puluhan milisinya yang sedang menjalani pelatihan.

Pihak berwenang memberlakukan jam malam di beberapa wilayah Negara Bagian Imo awal tahun ini setelah bentrokan antara tentara dan milisi lokal.nNamun juru bicara IPOB, Emmanuel Powerful, menolak tuduhan keterlibatan dalam serangan penjara Imo dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP, menepis tuduhan itu sebagai "kebohongan".

Seruan untuk memisahkan diri oleh negara bagian Biafra adalah topik sensitif di Nigeria, setelah deklarasi kemerdekaan sepihak dari pemerintahan Inggris pada tahun 1967 memicu perang saudara yang brutal selama 30 bulan.

Penjara di negara terpadat di Afrika itu sering kali penuh sesak dan dengan kebersihan yang buruk, dan sebanyak 70 persen narapidana sedang dalam penahanan dan dapat ditahan menunggu persidangan selama bertahun-tahun.

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home