Loading...
DUNIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 12:18 WIB | Kamis, 16 Juni 2016

Otoritas AS: Ancaman terhadap Muslim Harus Dihentikan Pascaserangan Orlando

Seorang reporter berdiri di luar rumah dari Seddique Mateen, ayah dari tersangka pembantaian klab malam Pulse Omar Mateen pada 14 Juni 2016 di Port St. Lucie, Florida. Empat puluh sembilan orang tewas dan 53 lainnya terluka ketika Omar menembakkan senjata berat di Orlando, Florida, serangan teror terburuk di AS sejak 11 September 2001. (Foto: AFP)

ORLANDO, SATUHARAPAN.COM - FBI dan jaksa penuntut federal AS mengatakan bahwa ancaman terhadap muslim tidak akan dibiarkan, setelah dugaan beberapa insiden menyusul tragedi pembantaian di kelab malam Orlando, yang dilakukan oleh seorang pria muslim bersenjata.

“Pelanggaran terhadap hak-hak sipil merupakan prioritas bagi FBI,” ungkap asisten agen khusus Ron Hopper, hari Rabu (15/6), kepada wartawan. “Kami akan menyelidiki insiden yang dilaporkan terhadap beberapa individu berdasarkan golongan apa pun, mencakup ras, agama, dan orientasi seksual.”

Jaksa AS Lee Bentley turut menimpali: “Membuat ancaman semacam itu tidak hanya salah dalam banyak kasus. Membuat ancaman semacam itu ilegal. Hentikan. Ancaman apa pun dapat melemahkan pekerjaan kami dalam penegakkan hukum.”

Beberapa pejabat meminta masyarakat untuk membantu penyelidikan terhadap aksi pembantaian yang terjadi pada Minggu di kelab malam Pulse di Orlando -penembakan massal terburuk dalam sejarah AS, yang menyebabkan 49 orang tewas dan 53 lainnya luka-luka.

Pria bersenjata bernama Omar Mateen tewas dalam baku tembak dengan kepolisian.

Pihak berwenang menolak mengomentari laporan bahwa istri Mateen akan menghadapi dakwaan atas dugaan bahwa dirinya mengetahui niat Mateen untuk melancarkan serangan.

“Sehubungan dengan sang istri, saya dapat memberi tahu Anda bahwa itu hanya salah satu dari banyak wawancara yang sudah kami lakukan dan kami akan terus melakukan penyelidikan ini,” ujar Hopper. “Saya tidak bisa berkomentar tentang hasil penyelidikan tersebut.” (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home