Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 16:19 WIB | Senin, 23 Mei 2016

Pakistan Protes AS Serang Pemimpin Taliban

Foto pemimpin Taliban Afghanistan, Mullah Akhtar Mohammad Mansoor (kiri) dan pemimpin sebelumnya, Mullah Mohammad Omar. (Foto: dari Al Arabiya)

ISLAMABAD, SATUHARAPAN.COM – Pakistan menuduh Amerika Serikat melanggar kedaulatan wilayahnya dengan serangan pesawat tak berawak (drone) terhadap pemimpin Taliban Afghanistan, Mullah Akhtar Mansoor.

Pada Hari Minggu (22/5) Pakistan menyampaikan protes dan mengatakan pemerintah AS tidak memberitahu Perdana Menteri Nawaz Sharif terlebih dahulu atas serangan itu. "Ini adalah pelanggaran kedaulatan Pakistan," kata Sharif kepada wartawan di London, sepertin dikutip Reuters.

Berita tewasnya Mansoor sempat simpang siur, namun beberapa sumber memastikan hal itu. "Saya dapat mengatakan dengan otoritas yang baik bahwa itu dalah Mullah Mansoor, tidak lebih," kata seorang sumber senior Taliban seperti dikutip AFP.

Pihak Afghanistan mengatakan bahwa serangan drone AS itu menewaskan Mullah Akhtar Mansoor. Dia adalah pemimpin tertinggi Taliban, dan juga target tertinggi AS ke wilayah Pakistan sejak 2011 setelah serangan untuk membunuh pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.

Dua sumber Taliban kepada Reuters mengatakan dengan tanda terkuat bahwa pemberontakan telah menerima bahwa dia (Mansoor) sudah mati.

"Pada titik ini, kita tidak cukup siap untuk mengkonfirmasi bahwa dia tewas, meskipun tampaknya  sebagai mungkin," kata Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS, Jeh Johnson  pada Fox News, hari Minggu.

Berita tentang tewasnya Mansoor beredar pada hari Minggu, dan disebutkan dia menjadi target untuk upaya perdamaian di Afganistan yang selalu terhalang oleh kelompok bersenjata Taliban, pimpinan Mansoor.

Pengganti Pemimpin Taliban

Tewasnya Mansoor diperkirakan bisa memicu pertempuran suksesi dalam kelompok bersenjata Taliban. Menurut Reuters, dewan kepemimpinan Taliban Afghanistan atau Rahbari Shura telah bertemu pada hari Minggu (22/5) untuk mulai mempertimbangkan suksesi.

Sumber Taliban mengatakan kemungkinan penggantinya adalah komandan gerilyawan, Sirajuddin Haqqani. AS sendiri menyediakan dana lima juta dolar AS sebagai hadiah untuk menangkapnya. Namun kemungkinan dia akan bersikap lebih keras terhadap pasukan pemerintah Afghanistan dan AS, sekutu mereka.

Pejabat AS dan Afghanistan menilai dia sebagai panglima perang paling berbahaya dalam pemberontakan Taliban, yang bertanggung jawab atas serangan paling berdarah, termasuk pada bulan lalu di Kabul yang menewaskan 64 orang.

Namun di kalangan Taliban ada yang mempertimbangkan Mullah Mohammad Yaqoob sebagai pengganti Mansoor. Dia adalah anak pendiri Taliban, Mullah Mohammad Omar, seorang pemersatu potensial karena nama ayahnya. Menurut Reuters, mantan tahanan Guantanamo, Mullah Abdul Qayyum Zakir, dan Mullah Sherin juga kemungkinan menjadi pengganti.

Penghambat Perdamaian Afganitan

Seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa Mansoor terbunuh bersama pejuang lain. Beberapa drone AS menargetkan Taliban dalam perjalanan dengan kendaraan. Sekretaris Pers Pentagon, Peter Cook, mengatakan, "Departemen Pertahanan melakukan serangan udara yang menargetkan pemimpin Taliban, Mullah Mansoor di daerah terpencil di wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan."

Cook mengatakan bahwa Mansour "aktif terlibat dalam perencanaan serangan terhadap fasilitas di Kabul dan di seluruh Afghanistan, membuat ancaman bagi warga sipil Afghanistan dan pasukan keamanan, personil kami, dan mitra Koalisi."

Disebutkan juga bahwa "Mansoor menjadi hambatan bagi perdamaian dan rekonsiliasi antara Pemerintah Afghanistan dan Taliban. Dia melarang para pemimpin Taliban berpartisipasi dalam pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan untuk mengakhiri konflik."


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home