Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 11:10 WIB | Minggu, 23 September 2018

Palestina Bantah AS Tolak Berunding dengan Israel

Ilustrasi. Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kiri) bertemu Presiden Perancis Emmanuel Macron di istana Elysee, Paris (Foto: VOA).

PARIS, SATUHARAPAN.COM - Presiden Palestina Mahmoud Abbas membantah klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Palestina tidak mau berunding dengan Israel. Bantahan ini diucapkannya seusai melakukan pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris hari Jumat (21/9).

Abbas meminta Macron untuk menyampaikan pesan itu kepada presiden Amerika Donald Trump.

Sekitar awal bulan ini penasihat keamanan nasional Amerika John Bolton mengatakan kedutaan de facto Palestina di Washington ditutup karena PLO atau Organisasi Pembebasan Palestina tidak ada mengambil langkah-langkah ke arah perundingan.

Abbas mengatakan, “Kami tidak menolak perundingan sebagaimana diklaim Israel”. Kemudian ia menegaskan Palestina siap melakukan perundingan tertutup atau terbuka.

Seterusnya Mahmoud Abbas mengatakan, “Eropa sedang serius berusaha mengganti dan mengisi bantuan dana kepada Palestina karena pemerintahan Trump menghentikan lebih dari 200 juta dolar bantuan kepada berbagai proyek terkait Palestina."

Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan, Rabu (19/9), Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengundang para diplomat, menteri luar negeri dan wakil Timur Tengah di Dewan Keamanan PBB untuk bertemu di sela sidang Majelis Umum pekan depan untuk membahas prospek perdamaian.

Pertemuan itu diadakan berkaitan dengan krisis dalam hubungan dengan pemerintahan Trump atas pengakuannya terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan pemangkasan bantuan kepada Palestina, kantor berita AFP melaporkan.

Abbas akan bertemu dengan sekitar 30 menteri dan diplomat termasuk ketua dari beberapa komite PBB yang mengurus berbagai isu Palestina pada 26 September, sehari sebelum ia memberikan pidato di hadapan sidang Majelis Umum.

Duta Besar Riyad Mansour tidak merinci keterangannya tetapi mengatakan kepada wartawan ada ‘pergeseran radikal’ oleh pemerintahan Trump terhadap proses perdamaian Israel-Palestina.

Pimpinan Palestina memutuskan kontak dengan Gedung Putih setelah Presiden Trump memutuskan memindahkan Kedutaan Amerika ke Yerusalem, yang bagian timurnya diklaim Palestina sebagai ibukota mereka. Para pemimpin Palestina melihat pemerintahan Trump jelas-jelas bias memihak Israel.

Sejurus setelah Abbas mengucapkan pidato di sidang Majelis Umum, giliran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk berpidato yang diperkirakan bakal berisi penolakan keras atas apa yang diucapkan Abbas. (VOA)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home