Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 00:23 WIB | Minggu, 23 April 2017

Pameran Tunggal Astuti Kusumo "Seratan Luru Raos"

Pameran Tunggal Astuti Kusumo "Seratan Luru Raos"
Patung/instalasi Jemparingan karya Astuti Kusumo. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Pameran Tunggal Astuti Kusumo "Seratan Luru Raos"
KBRAy Adipati Paku Alam (kebaya merah marun) membuka pameran tunggal senirupa Seratan Luru Raos karya Astuti Kusumo (kebaya merah) di Bentara Budaya Yogyakarta, Jumat (21/4) malam.
Pameran Tunggal Astuti Kusumo "Seratan Luru Raos"
Astuti Kusumo (membawa bunga) menjelaskan karya lukisan kepada KBRAy Adipati Paku Alam.

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Bertepatan dengan hari Kartini 21 April 2017 perupa perempuan asal Yogyakarta Astuti Kusumo menggelar pameran tunggal bertajuk "Seratan Luru Raos" di Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto No. 2 Yogyakarta.

Pameran yang dibuka secara resmi oleh KBRAy Adipati Paku Alam (istri Wakil Gubernur DI Yogyakarta) menampilkan karya lukisan dan instalasi patung dalam ukuran besar. Astuti Kusumo adalah perupa otodidak yang memulai kembali melukis pada tahun 2010. Pada usia lima belas tahun, Astuti sempat memperoleh penghargaan dari Shankar India atas karya lukisan dan melakukan pameran keliling ASEAN Children pada tahun yang sama. Dalam perjalanan hidup selanjutnya, Astuti justru berkiprah di luar dunia seni rupa hingga menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Univ. Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

Dalam perjumpaan dengan seniman dan perupa saat mengantarkan anak-anaknya berlatih di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) mengikuti kelas Art for Children, jiwa seni Astuti tumbuh kembali terlebih saat perupa Bambang Herras mengetahui dan melihat kekuatan pada lukisan Astuti dan mendorongnya untuk berkarya lagi.

Rentang 2012-2016 Astuti kembali produktif dengan mengikuti berbagai pameran bersama diantaranya Pameran Rupa Perupa TBY (2014), Nandur Srawung (2015-2016), Pameran Seni Rupa "Titi Mangsa" (2016). Semenjak itu, Astuti mencoba fokus berkarya menggelar pameran tunggal.

"Seorang perupa untuk menemukan jatidirinya bukan persoalan mudah. Dengan menggabungkan teknik melukis dan membatik yang menjadi ornamen khasnya, dalam 4 tahun terakhir Astuti mengalami perkembangan yang luar biasa." jelas Bambang Herras.

Dalam sambutan pengantarnya, budayawan Sindhunata memberikan catatan tentang kiprah perempuan dan tema pameran yang diangkat. Di tengah kondisi bangsa dengan berbagai problematikanya yang akhir-akhir ini banyak kehilangan rasa, perempuan dengan emansipasinya dapat memberikan teguran tentang raos (rasa).

Pameran "Seratan Luru Raos" akan berlangsung hingga 28 April 2017.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home