Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:30 WIB | Minggu, 16 Mei 2021

Paus Ingatkan Italia tentang Penurunan Populasi

Paus Fransiskus berbicara pada konferensi tentang Krisis Demografis di Roma, Italia pada hari JUmat (14/5). (Foto: Reuters)

ROMA, SATUHARAPAN.COM-Paus Fransiskus ikut memperingatkan tentang penurunan populasi Italia, dan menyerukan kebijakan pemerintah yang memberikan stabilitas keuangan yang diperlukan untuk mendorong kaum muda untuk tinggal di Italia dan memiliki keluarga.

Fransiskus bergabung dengan Perdana Menteri Italia, Mario Draghi, dalam sebuah konferensi untuk menarik perhatian pada angka kelahiran yang sangat rendah di Italia, yang menurut Draghi perlahan hal itu bisa membuat negara itu "tidak ada lagi".

Italia tahun lalu mencatat 404.000 kelahiran hidup, angka terendah sejak tahun 1861, dan itu memperburuk penurunan yang terus-menerus yang membuat tingkat kesuburan Italia menjadi salah satu yang terendah di Eropa.

Dengan lonjakan kematian terkait COVID-19 pada tahun 2020, defisit antara kelahiran dan kematian tahun lalu mencapai 342.000. Ini kesenjangan terbesar sejak Flu Spanyol di tahun 1918 dan setara dengan kehilangan satu kota seukuran Florence.

“Italia tanpa anak adalah Italia yang tidak memiliki tempat di masa depan,” Draghi memperingatkan. Italia yang perlahan-lahan lenyap.

Paus memuji adannya bonus baru-baru ini untuk keluarga setelah setiap anak lahir sebagai bentuk solidaritas konkret kepada keluarga yang membutuhkan. Dia mendorong kebijakan jangka panjang yang berpusat pada keluarga untuk memberi keluarga muda harapan dan keyakinan bahwa mereka akan mampu mendukung keluarga besar selama bertahun-tahun.

“Sangat penting untuk menawarkan kepada kaum muda jaminan pekerjaan yang cukup stabil, keamanan, memiliki rumah, dan insentif untuk tidak meninggalkan negara,” kata Fransiskus.

Italia memiliki populasi tertua kedua di dunia dan salah satu tingkat kesuburan terendah di Uni Eropa, dengan 1,27 kelahiran hidup per perempuan dibandingkan dengan rata-rata UE sebesar 1,53, menurut angka Eurostat 2019.

Selama bertahun-tahun, para pemimpin di seluruh spektrum politik telah memperingatkan bencana demografis yang membayangi populasi yang semakin menua tanpa tenaga kerja pembayar pajak yang cukup luas untuk mendukung mereka.

Rencana pemulihan virus corona oleh Draghi sebesar 222,1 miliar euro sebagian besar bertujuan untuk mengatasi krisis dengan berinvestasi di lebih banyak pusat penitipan anak dan sekolah dasar untuk mendorong keluarga memiliki anak.

Rencana tersebut juga berinvestasi dalam industri digital dan ekologi yang ditujukan untuk pekerja muda, sambil menawarkan bantuan dalam mengamankan hipotek sehingga mereka dapat membeli rumah sendiri.

Paus Fransiskus memuji inisiatif ini, mencatat bahwa Italia hanyalah salah satu dari banyak negara di Eropa yang mengalami tingkat kelahiran rendah.

Eropa, dia memperingatkan, "menjadi 'benua tua' bukan karena sejarahnya yang mulia, tetapi karena usianya yang sudah lanjut." (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home