Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 11:40 WIB | Senin, 16 Januari 2017

Paus Serukan Perhatian Terhadap Migran Anak

Ilustrasi. Paus Fransiskus disambut Sekretaris Jendral PBB kala itu, Ban Ki-moon, dan menerima bunga dari anak-anak dari anggota staf PBB dalam kunjungannya ke markas PBB di New York, hari Jumat (25/9/2015). (Foto: un.org/Mark Garten)

VATIKAN, SATUHARAPAN.COM – Paus Fransiskus menyerukan banyak pihak untuk lebih peduli kepada migran anak, pada Hari Dunia untuk Migran dan Pengungsi.

Dalam pesan misa Angelus di Lapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan, dia mengatakan kepada peziarah dewasa dan anak-anak bahwa migran anak-anak adalah “Saudara-saudara kita yang sangat rentan terhadap banyak bahaya termasuk yang dijual ke dalam perbudakan seksual,” kata dia seperti diberitakan Christian Today, hari Minggu (15/1)  

Dalam sebuah pernyataan ia mengacu kepada karya penyelamatan Yesus, yang pernah bersabda akan lebih baik bagi mereka yang menyebabkan orang yang lemah masuk dalam dosa, agar di leher mereka diberi batu kilangan dan dibuang ke laut (seperti tertuang dalam Alkitab di Lukas 17:2).

“Bagaimana kita bisa mengabaikan peringatan parah ini ketika kita melihat eksploitasi yang dilakukan oleh oknum yang merugikan gadis-gadis muda dan anak laki-laki yang dipimpin ke dalam prostitusi atau pornografi,” kata dia.

Dia menjelaskan prostitusi atau pornografi yang dimaksud adalah perbudakan, pekerja anak, atau tentara  yang tertangkap dalam perdagangan narkoba dan bentuk kriminalitas lainnya, dan terpaksa melarikan diri dari konflik dan penganiayaan. 

Paus Fransiskus menambahkan anak-anak migran saat ini sebagai pihak tak terlihat dan tidak terwakili aspirasinya, namun sayang sekali anak-anak tersebut tidak memiliki tempat yang baik karena berakhir tragis, karena mengalami kekerasan yang menghancurkan masa depan.

Seruan dari Paus Fransiskus ini mendapat dukungan dari beberapa organisasi kemanusiaan Kristiani dunia, salah satunya World Vision.

Kepala Eksekutif dari World Vision Britania Raya, Tim Pilkington berkomentar tentang kondisi anak-anak di dunia. “Anak-anak di seluruh dunia saat ini tercatat sebagai  pengungsi, meskipun pada kenyataannya mereka mencapai kurang dari sepertiga dari populasi global,” kata dia.

Dia memberi contoh banyak anak-anak pengungsi yang berada di Laut Tengah yang dapat terkena gejala lebih luas. “Di seluruh Eropa dan banyak tempat yang terkena dampak konflik di seluruh dunia lainnya, adalah gejala dari krisis global ini lebih luas,” kata dia.

“Kami sepakat dengan panggilan Paus Fransiskus untuk memusatkan perhatian pada terkecil dari anak-anak kecil ini,” kata Pilkington.

Pilkington mengemukakan saat ini banyak dari pengungsi usia anak yang sering datang sendirian tanpa orang tua di berbagai negara tujuan, dan Pilkington menjelaskan saat ini tidak banyak pihak yang mampu untuk membuat anak-anak berani untuk bersuara bila terjadi pelanggaran hak asasi manusia.

“Kami mendesak pemerintah Inggris dan dunia pada umumnya untuk menawarkan menyambut lebih bermartabat untuk pengungsi anak,” kata Pilkington.

“Kami merasa yakin jika pengungsi muda diterima dan dilindungi oleh negara maka saat ini mereka dapat menjadi sumber stabilitas dan kemajuan ekonomi di masa depan,” kata Pilkington. (christiantoday.com)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home