Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 18:56 WIB | Jumat, 01 April 2022

PBB: 100 Anak Hilang dari Penjara Suriah Setelah Diserang ISIS

Pasukan Demokrat Suriah mencari ekstremis ISIS di Hasaka, Suriah pada 23 Januari 2022, dalam tangkapan layar ini diambil dari sebuah video. (Foto: Reuters)

DAMASKUS, SATUHARAPAN.COM- Nasib 100 anak yang ditahan di penjara Suriah tidak diketahui lebih dari dua bulan setelah para ekstremis menyerang fasilitas itu, kata pakar PBB, hari Jumat (1/4).

Kelompok hak asasi internasional, termasuk Save the Children dan Human Rights Watch, sebelumnya mengatakan 700 anak laki-laki telah berada di penjara yang dikelola Kurdi di timur laut provinsi Hasaka sebelum diserang oleh ISIS.

“Kami sangat prihatin bahwa sejak serangan Januari 2022, nasib dan keberadaan setidaknya 100 anak laki-laki itu masih belum ditemukan, yang menimbulkan kekhawatiran serius,” kata pakar hak asasi manusia PBB dalam sebuah pernyataan. “Beberapa dari kasus ini mungkin termasuk penghilangan paksa,” tambah mereka.

Mereka berusia 12-18 tahun, para tahanan termasuk banyak yang memiliki kerabat orang dewasa di dalam penjara Ghwayran dan dipindahkan dari kamp-kamp pengungsian terdekat yang menampung ribuan anak-anak pejuang ekstremis.

Para ahli independen meminta otoritas de facto untuk mengizinkan semua aktor kemanusiaan memiliki akses penuh dan tanpa hambatan ke anak-anak yang masih ditahan di Ghwayran. “Kerugian terhadap anak-anak ini harus diidentifikasi, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban untuk mencegah impunitas,” kata para pakar PBB.

Upaya pembobolan penjara oleh ISIS di Ghwayran memicu bentrokan selama sepekan di dalam dan di sekitar fasilitas yang dikelola Kurdi, menewaskan ratusan orang, sebelum pasukan pimpinan Kurdi merebut kembali penjara.

“Banyak anak laki-laki yang ditahan di penjara terluka parah selama pembobolan penjara dan luka mereka tidak menerima perawatan medis kritis,” kata para ahli PBB.

Pihak berwenang Kurdi mempertahankan bahwa tidak ada yang melarikan diri, tetapi Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pemantau perang yang berbasis di Inggris, mengatakan beberapa ekstremis telah melarikan diri. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home