Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 13:59 WIB | Jumat, 07 Agustus 2015

PBB: Indeks Harga Pangan Terendah Sejak 2009

Harga produk susu turun pada bulan Juli terutama karena turunnya permintaan impor dari China, Timur Tengah dan Afrika Utara, akibat berlimpahnya pasokan susu Uni Eropa. (Foto: dari FAO)

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM – Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan bahwa harga produk pertanian secara global pada bulan Juli mencapai level terendah sejak September 2009.

Penurunan tajam terjadi pada harga produk susu dan minyak nabati yang melebihi peningkatan harga pada produk gula dan sereal. Demikian dikatakan FAO hari Kamis (6/8).

Menurut data bulanan Food Price Index dari badan PBB, harga daging tetap stabil. Kenaikan harga internasional daging sapi menutupi penurunan pada harga daging babi dan daging domba, sedangkan harga untuk unggas tetap stabil.

Indeks perdagangan harga pasar internasional itu untuk lima kelompok komoditas pangan utama: sereal, daging, produk susu, minyak nabati dan gula.

Pada bulan Juli, kata FAO, indeks harga susu turun 7,2 persen dari bulan sebelumnya, terutama karena menurunnya permintaan dari China, Timur Tengah dan Afrika Utara, akibat berlimpahnya produksi susu Uni Eropa yang telah mengakibatkan naiknya ketersediaan produk susu untuk ekspor.

Indeks harga minyak sayur pada bulan Juli turun 5,5 persen di bawah tingkat pada bulan Juni, dan ini nilai terendah sejak Juli 2009.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan harga minyak sawit internasional, karena meningkatnya produksi di Asia Tenggara, dikombinasikan dengan ekspor yang melambat terutama dari Malaysia. Alasan lain adalah melemahnya harga minyak kedelai akibat persediaan yang cukup untuk ekspor di Amerika Selatan, serta prospek yang menguntungkan bagi pasokan global dalam tahun 2015/16.

Sementara itu, indeks harga sereal naik 2,0 persen dari bulan Juni, tetapi masih berada 10,1 persen di bawah harga pada Juli tahun lalu. Dalam dua bulan berturut-turut, kenaikan harga pada gandum dan jagung, sebagian karena cuaca yang tidak menguntungkan di Amerika Utara dan Eropa. Indeks harga sereal terus naik, namun harga beras terus menurun.

Indeks harga gula naik sebesar 2,5 persen dari bulan Juni 2015, sebagian besar karena kekurangan akibat kondisi panen di daerah penghasil utama gula, Brasil.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home