Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Heri Darmanto 17:19 WIB | Jumat, 02 Juli 2021

Pedoman Catur Babak Akhir

Catur. (Foto: pixabay)

SATUHARAPAN.COM - Dalam kesempatan ini, kita akan melanjutkan belajar catur mulai dari dasar agar mendapatkan manfaat maksimal dari permainan olahraga otak ini. 

Pedoman Catur merupakan adalah panduan bagi pemain catur untuk membantu pengambilan keputusan langkah catur. Pedoman Catur berisi kalimat arahan (apa yang harus dilakukan, apa yang sebaiknya dilakukan) atau kalimat larangan (apa yang tidak boleh dilakukan, jangan dilakukan) yang akan kita terapkan sesuai posisi catur yang kita hadapi. 

Pedoman Catur bisa dikelompokkan menurut babak/fase permainan (pembukaan, middle atau ending) atau menurut elemen catur (taktik, menyerang, bertahan, kalkulasi, strategi, studi, psikologi, dll). Pada Bagian-5 seri tulisan belajar catur dari dasar ini, kita akan membahas Pedoman Catur Khusus Babak Akhir yang terpenting.

Pedoman Catur Babak Akhir

Pedoman Catur Babak Akhir berlaku untuk babak akhir setelah babak tengah terlewati.  Pedoman Catur Babak Akhir yang terpenting adalah sebagai berikut:

Arahkan posisi catur menuju posisi babak akhir catur yang kita kenal atau hapal. Dengan serangkaian manuver dan pertukaran posisi catur bisa kita arahkan sedemikian rupa agar membentuk posisi babak akhir catur yang sudah kita kenal, agar kita mudah menanganinya, agar akurasi langkah kita bagus dan peluang blunder lebih kecil. 

Raja harus lebih aktif di Babak Akhir. Kalo di babak pembukaan dan tengah Raja buah yang lemah dan harus dilindungi karena kuatir ditangkap dan dibunuh lawan, di babak akhir Raja adalah buah kuat yang harus aktif menyerang. Keaktifan Raja di babak akhir bisa menentukan hasil permainan. Aktif maju ke depan untuk misalnya menyerang bidak lawan, aktif menjaga bidak bebas, dll… Tentu saja harus dilihat para perwira lawan yang masih tersisa, apakah masih ada potensi mat atau tidak. Kalo masih ada, tetap harus hati-hati.

Perwira juga harus aktif. Perwira aktif menyerang bidak lawan, membatasi raja lawan, aktif mendukung bidak bebas menuju promosi, dll. Bahkan jika ada potensi mat, maka lakukan. Perbaiki posisi letak perwira kita di petak yang lebih baik, dan batasi ruang gerak perwira lawan.

Promosikan bidak. Salah satu pedoman khas babak akhir adalah promosikan bidak, misalnya menjadi menteri. Promosi bidak seringkali akan menyudahi permainan. 

Promosi bidak tidak selalu pasti harus jadi menteri. Karena alasan taktik (misal menghindari remis karena pat dll), promosi bidak bisa dijadikan perwira lain disesuaikan dengan kebutuhan posisi tersebut.

Ciptakan bidak bebas. Sebelum promosi bidak, maka harus punya bidak bebas dulu, setelah punya bidak bebas barulah bisa didorong maju ke depan untuk promosi.

Dobrakan bidak. Taktik di babak akhir salah satunya adalah dobrakan bidak dengan cara mengorbankan bidak untuk memaksakan menciptakan bidak bebas menuju promosi.

Perbaiki susunan bidak kita, dan perlemah susunan bidak lawan. Kalo lawan punya bidak lemah, manfaatkan keuntungan ini jika bisa. Sebaliknya jika kita punya bidak lemah, netralkan misalnya dengan menukarnya dengan bidak lawan.

Jika kita menang materi perwira, maka tukarlah perwira, jangan bidak. Semakin sedikit perwira maka serangan balik lawan juga semakin besar.

Jika kita kalah materi perwira, maka tukarlah bidak, jangan perwira. Semakin sedikit bidak, maka semakin besar peluang remis.

Perhatikan tentang Gajah Baik dan Gajah Buruk. Gajah Baik adalah gajah yang petaknya berlainan warna dengan bidaknya. Sedangkan Gajah Buruk sebaliknya. Secara umum tempatkan bidak di petak yang berlainan warna dengan petak Gajah kita.

Sepasang Gajah adalah keuntungan di posisi terbuka, sehingga daya jelajah gajah bisa seluas-luasnya menjangkau sebagian besar petak-petak catur. Jika perlu korbankan bidak untuk membuka lajur ruang untuk Gajah ini. Bagi yang tidak punya sepasang Gajah, maka perlu menukar salah satu gajah ini agar berkurang daya kuat dari 2 gajah ini.

Gajah belang cenderung berakhir remis. Bagi pihak bertahan bisa mengarahkan membentuk posisi babak dengan Gajah belang atau seling yang artinya petak warna gajah berbeda dengn warna petak Gajah lawan.

Kuda unggul di posisi tertutup yang mana banyak bidak saling bertabrakan membentuk hutan bidak. Hal ini karena Kuda bisa meloncati buah-buah catur.

Perhatikan ketika melakukan pertukaran, jika ingin menang pastikan buah catur kita cukup untuk menangkap membunuh Raja lawan.

Pihak bertahan mencari remis menggunakan taktik pat, check abadi dan 3 kali posisi bangunan sama, materi yang tidak cukup membunuh, dan taktik fortress. Juga remis dengan aturan FIDE 50 langkah, jika adalm 50 langkah tidak ada terjadi jalan bidak dan pemukulan. 

Taktik utama yang seringkali dilakukan untuk menang adalah yang disebut dengan istilah Zugzwang. Dalam posisi ini lawan akan dipaksan berada di posisi yang serba salah melangkah. Kemanapun melangkah dia akan kalah, walaupun jika sekarang dia giliran melangkah hasilnya remis.

Hat-hati dengan aturan FIDE 3 langkah bangunan yang sama. Hindari pengulangan langkah membentuk posisi sama sebanyak 3x, hal ini remis meskipun kita unggul materi dan potensi menang.

Perhatikan oposisi Raja, utamanya ketika babak akhir bidak. Manuver Raja seringkali menentukan hasil permainan. Oposisi jauh, Oposisi dekat, Oposisi diagonal, Oposisi Horisontal, Oposisi Vertikal dan Oposisi Tak Beraturan. Dengan menang oposisi Raja, raja bisa ‘menghalau’ raja lawan yang memungkinkan bidak kita promosi.  Bagi pihak bertahan, posisi bisa memungkinkan mencari hasil remis pada babak akhir bidak. 

Tetap sadar taktik di babak akhir. Taktik tidak hanya berlaku di babak tengah saja. Tapi juga bisa berlaku di babak akhir. Taktik seperti pakuan, garpuan, sinar-x dan lain-lainnya seringkali langsung berdampak pada hasil permainan apakah menang remis atau kalah. 

Demikian, pembahasan pedoman catur pada tulisan hari ini. Sampai bertemu lagi, salam sehat dan penuhi protokol kesehatan dari pemerintah menghadapi pandemi agar terhindar dari virus yang membahayakan kita.

Baca juga: Pengen Belajar Catur Bagaimana Caranya dan Darimana Dulu? (Bagian-1) 

Baca juga:Lanjutan: Pengen Belajar Catur Bagaimana Caranya dan Darimana Dulu? (Bagian-2).  

Baca juga: Pedoman Bermain Catur (Bagian-3). 

Baca juga: Pedoman Catur Babak Tengah (Bagian-4)

 

MN Heri Darmanto

 

 

 


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home