Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 12:11 WIB | Selasa, 05 Oktober 2021

Pejabat Tinggi Baru Afghanistan: Semua Taliban, Tak Satupun Perempuan

Pejuang Taliban berbicara dengan seorang tahanan sebelum memindahkannya ke pengadilan di Kabul, Afghanistan, hari Minggu, 19 September 2021. Taliban berubah dari pejuang menjadi polisi kota. (Foto: AP/Felipe Dana)

KABUL, SATUHARAPAN.COM-Taliban mempertegas sikap garis keras mereka pada hari Senin (4/10) dalam putaran ketiga penunjukan pejabat pemerintah Afghanistan yang mencakup sejumlah orang yang ditunjuk untuk posisi wakil, kata seorang juru bicara.

Tak satu pun dari 38 penunjukan baru yang diumumkan oleh kepala juru bicara Taliba, Zabihullah Mujahid, termasuk perempuan. Mereka terdiri dari anggota yang seluruhnya diambil dari Taliban dengan sedikit perwakilan dari kelompok minoritas.

Juga termasuk jabatan untuk pos ke organisasi kemanusiaan.

Penunjukan tersebut merupakan indikasi terbaru bahwa pemerintah Taliban tidak berniat mengindahkan kondisi masyarakat internasional bahwa pengakuan formal atas kekuasaan mereka akan bergantung pada perlakuan mereka terhadap perempuan dan kelompok minoritas.

Namun, Taliban mencari dukungan internasional saat mereka bergulat dengan tantangan ekonomi yang parah dan di ambang kehancuran, kekeringan dan ancaman keamanan yang berkembang dari kelompok Negara Islam (ISIS).

Di antara penunjukan baru adalah wakil politik untuk perdana menteri, wakil menteri, dan wakil kepala Masyarakat Bulan Sabit Merah Afghanistan. Sebagian besar posisi terdiri dari komandan dan wakil tentara dan kementerian pertahanan di seluruh provinsi Afghanistan termasuk Kabul, Helmand, Herat dan Kandahar.

Sejak kelompok militan mengambil alih Afghanistan dalam kampanye kilat pada pertengahan Agustus, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional telah menghentikan pencairan dana ke Kabul. Amerika Serikat membekukan miliaran dolar aset yang disimpan di rekening AS oleh Bank Sentral Afghanistan.

Bantuan asing sebelumnya menyumbang hampir 75 persen dari pengeluaran publik Afghanistan, menurut laporan Bank Dunia.

Tanpa dana itu, Taliban tidak dapat membayar gaji sektor publik, memicu krisis ekonomi yang meningkat.

Taliban telah menggambarkan penunjukan mereka sebagai bagian dari pemerintahan sementara, tetapi belum merinci apakah akan ada pemilihan. Pada akhir September, Mujahid telah menawarkan kemungkinan penambahan perempuan ke Kabinet di lain waktu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home