Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 06:58 WIB | Minggu, 04 Desember 2016

Pelajar Indonesia di Turki Jangan Terpengaruh Radikalisme

Ilustrasi. Seorang santri menulis mushaf Alquran yang diadakan Kementerian Agama beberapa waktu lalu dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional dan diikuti serentak di 34 provinsi di Indonesia. (Foto: Dok. satuharapan.com/Dedy Istanto)

ISTANBUL, SATUHARAPAN.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Nur Syam mengingatkan para pelajar Indonesia yang belajar di Pesantren Sulaimaniyah, Turki untuk fokus belajar dan tidak tertarik dengan paham keagamaan yang bersifat radikal.

"Jangan sampai tertarik dengan pikiran atau gagasan yang mengatasnamakan Islam yang keras, paham radikal atau ekstrim. Pertahankan paham Islam ananda sesuai dengan paham Islam yang rahmatan lil alamin," terang Nur Syam saat mengunjungi para santri Indonesia di Pesantren Sulaimaniyah, Istambul, akhir pekan lalu dan diberitakan kembali kemenag.go.id, hari Jumat (2/12).

"Pilih yang moderat karena sesuai dengan paham dan pengamalan Islam di Turki dan juga di Indonesia," kata Nur Syam.

Dia meminta para santri fokus dalam tugas belajarnya, terutama dalam menimba ilmu pengetahuan keislaman di Turki. Menurutnya, para santri sangat beruntung bisa belajar agama di pusat pendidikan agama di dunia.

"Turki dikenal sebagai pusat peradaban Islam yang luar biasa. Turki pernah menjadi Daulat Islamiyah dengan kemajuan peradaban yang sangat masyhur," pesannya.

Nur Syam juga mengingatkan keberadaan para santri sebagai duta bangsa. Mereka adalah orang yang terpilih untuk mewakili Indonesia belajar di Turki. Sebab, jutaan anak Indonesia hanya memperoleh pendidikan di negerinya sendiri.

"Tunjukkan bahwa anak-anak Indonesia itu pintar, cerdas, dan dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Ananda adalah duta bangsa yang akan memperkenalkan inilah Anak Indonesia yang cerdas, sopan dan Islami," Nur Syam.

Selain bertemu dengan para santri Pesantren Sulaimaniyah, selama di Turki Sekjen Nur Syam juga mengadakan pertemuan dengan civitas akademika Marmara University untuk mengevaluasi penandatangan MoU antara PTKIN dengan Fakultas Ilahiyyat di Marmara University. (kemenag.go.id)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home