Loading...
EKONOMI
Penulis: Prasasta Widiadi 09:22 WIB | Minggu, 30 Agustus 2015

Pelemahan Rupiah, Pengusaha Tahu Cemas Harga Kedelai Meroket

Ilustrasi: Perajin mempersiapkan bahan baku kedelai impor sebelum diolah menjadi tahu di salah satu usaha produksi tahu, desa Seutui, Banda Aceh, Rabu (26/8). Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS yang memicu naiknya harga kedelai impor dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.500 perkilo, perajin tahu di daerah itu terpaksa mengurangi ukuran tahu untuk menjaga kestabilan harga. (Foto: Antara)

BANDUNG, SATUHARAPAN.COM – Lonjakan harga kedelai impor yang merupakan dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar membuat pengusaha tahu di Kota Bandung cemas.

Lonjakan harga kedelai tersebut mulai dari Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp 7.600 per kilogram.  "Harga kedelai impor naik sejak sebulan terakhir. Naiknya memang sedikit-sedikit, namun terus menerus," kata seorang pengusaha tahu dan susu kedelai di Cibuntu Kota Bandung, Jawa Barat , Dede, Sabtu (29/8).

Ia sempat berkeinginan mengganti bahan baku menjadi kedelai lokal, namun mengingat harga kedelai lokal yang mencapai Rp 9.000 per kilogram membuatnya memilih bertahan menggunakan kedelai impor, yang  jauh lebih murah.

Ia berharap rupiah bisa kembali menguat agar pengusaha makanan olahan yang menggunakan bahan baku impor bisa kembali bernafas lega. Selian itu, ia juga berharap pemerintah bisa segera menstabilkan harga.

Menurut Dede, kenaikan harga kedelai itu sangat memberatkan para pengusaha tahu di Cibuntu. Sebagian pengusaha malah telah menghentikan sementara produksinya, sebagian pengusaha lain terpaksa mengurangi ukuran atau bahkan menaikkan harga jualnya di pasaran.

Namun bagi Dede yang sehari-hari mengolah satu kuintal kedelai untuk diolah menjadi tahu dan susu itu mengaku belum menaikkan harga jual dari tahu dan susu kedelainya. Ia masih menghargai susu kedelainya seharga Rp4.000 per gelas. Adapun harga tahu yaitu sekitar Rp24.000 hingga Rp26.000 per papan.

"Saya lebih memilih dapat laba sedikit dari pada harus kehilangan konsumen karena menaikkan harga jual," kata Dede.

Kendati kenaikan harga kedelai impor masih bisa disiasati oleh pengusaha tahu, tempe dan susu kedelai namun tetap saja jika berkepanjangan akan berdampak pada kelangkaan karena harga kedelai yang melambung.  (Ant)

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home