Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 08:06 WIB | Jumat, 11 November 2016

Pelindo III Berencana Bangun Pelabuhan di Laut

Kapal perang anti kapal selam Laksamana Tributs-564 milik Angkatan Laut Rusia bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/11). Kedatangan kapal perang berjenis Destroyer tersebut selain menghadiri Indo Defence 2016 juga akan melakukan latihan PASSEX/COMMEX antara TNI AL dan AL Rusia di perairan Teluk Jakarta. (Foto: Antara)

KUPANG, SATUHARAPAN.COM - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana membangun pelabuhan penumpang di atas laut wilayah Kupang untuk membuat pelabuhan penumpang yang baru.
    
"Hal ini dilakukan karena lahan yang sudah kami siapkan di darat untuk membangun pelabuhan penumpang yang baru masih terkendala dengan masalah lahan," kata Direktur Utama PT. Pelindo III Orias Petrus Moedak kepada wartawan di Kupang, hari Jumat (11/11).
    
Pelindo III Cabang Kupang sendiri memang sudah mempunyai rencana untuk membuka sebuah pelabuhan terminal penumpang di wilayah sekitaran Goa Monyet, namun lahan masih ada sengketa sehingga rencana tersebut masih belum bisa terwujud.
    
Pembangunan terminal penumpang yang baru, menurutnya, bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat di NTT, khususnya yang sering menggunakan kapal laut sebagai moda transportasi.     

Di samping itu, pembangunan terminal penumpang baru diperlukan karena terminal penumpang di pelabuhan Tenau Kupang sudah sulit untuk diperluas mengingat sudah banyak kapal yang bersandar di sana.
    
"Langkah ini juga untuk mendorong peningkatan efisiensi biaya logistik, khususnya dalam pengiriman barang melalui moda transportasi laut sehingga diharapkan akan memacu pertumbuhan perekonomian di kawasan timur Indonesia," tambahnya.
    
Alternatif pembangunan pelabuhan penumpang di tengah laut tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya konflik jika lahan yang berada tidak jauh dari pelabuhan penumpang yang lama itu belum bisa dibangun pelabuhan yang baru.
   
"Lahan itukan masih punya orang, jadi daripada menunggu lahan itu beres lebih baik kita buat di laut saja. Toh yang jadi permasalahannyakan di darat, kalau di laut sudah pasti tidak akan diklaim," katanya.
   
Tetapi, menurutnya, untuk membangun pelabuhan di tengah laut akan membutuhkan biaya yang akan sangat mahal. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home