Loading...
EKONOMI
Penulis: Ignatius Dwiana 23:44 WIB | Senin, 23 Agustus 2021

Peluang Investasi Saat Mega Tren Ekonomi Digital dan Teknologi

Peluang Investasi Saat Mega Tren Ekonomi Digital dan Teknologi
Transformasi digital. (Ilustrasi: Pixabay)
Peluang Investasi Saat Mega Tren Ekonomi Digital dan Teknologi
Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Managing Partner Indies Capital Partners Pandu Sjahrir
Peluang Investasi Saat Mega Tren Ekonomi Digital dan Teknologi
Head of Investment and Advisory Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo
Peluang Investasi Saat Mega Tren Ekonomi Digital dan Teknologi
Director Shopee Indonesia Christin Djuarto

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Mega tren ekonomi digital dan teknologi akan terus berkembang sebagai ekonomi baru hingga 2030. Terlihat dari penilaian ekonomi global, perkembangan pasar modal, serta kenaikan industri ekonomi digital dan e-commerce atau perdagangan elektronik.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi digital akan tumbuh delapan kali lipat pada 2030. E-commerce akan memiliki peran yang sangat besar, yaitu sebesar 34 persen. Selain itu transaksi bisnis akan tumbuh sebesar 13 persen dan teknologi kesehatan sebesar 8 persen.

“Pandemi ini justru mendorong adaptasi tren konsumsi digital lebih cepat lima tahun dari yang diperkirakan pada industri edukasi, logistik, e-commerce, teknologi kesehatan, asuransi, dan transaksi investasi,” kata Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Managing Partner Indies Capital Partners Pandu Sjahrir dalam webinar DBS eTalk Series bertajuk “Navigating the Opportunities in New Economy” di Jakarta pada Jumat (20/8).

Melengkapi para pelaku usaha ritel tradisional, keberadaan e-commerce kini mulai mengambil porsi yang cukup besar, hingga 10 persen dari total pasar ritel yang mencapai USD 300 miliar.

Beberapa perusahaan yang terkait ekonomi digital seperti e-commerce sedang menjalani proses penawaran umum perdana (IPO) sehingga semakin meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal. Hal ini selaras dengan berkembangnya angka investor di pasar modal Indonesia.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), angka Year on Year (YoY) investor pasar modal nasional tercatat meningkat sebesar 93 persen menjadi 5,82 juta hingga periode Juli 2021.

Head of Investment and Advisory Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo menjelaskan salah satu indikator pesatnya pertumbuhan perusahaan-perusahaan dengan inovasi teknologi yang menjadi bagian dari ekonomi baru adalah performa NYSE R&D Innovation Index sejak tahun 2000 yang telah bertumbuh sebesar 449 persen jauh diatas performa Nasdaq Index.

Perubahan lanskap di era ekonomi baru ini sudah disikapi sejak awal oleh DBS Treasures Private Client untuk memanfaatkan peluang baru yang mulai bermunculan.

“Kami merancang dan merekonstruksi strategi wealth preservation nasabah sesuai dengan perkembangan pasar untuk mengelola kekayaan secara maksimal,” ucapnya.

Curated wealth solutions berkaitan dengan sektor ekonomi baru ini mencakup layanan eksklusif yang tidak tersedia di semua bank. Ini berupa pengelolaan dana nasabah individual di portofolio global serta reksa dana di pasar dalam dan luar negeri.

Kemudahan dalam mengoptimalkan dinamika peluang investasi tangguh secara 24/7 dapat dengan mudah didapatkan melalui aplikasi Digibank by DBS.

“Kini nasabah dapat menikmati fleksibilitas strategi reksa dana hingga yang berbasis efek syariah luar negeri, peluang obligasi dalam Rupiah dan Dolar Amerika Serikat serta transaksi lebih dari 20 mata uang asing dengan nilai tukar real time,” lanjut Djoko.

Keberhasilan DBS Treasures Private Client sebagai mitra terpercaya semakin diakui dengan berbagai penghargaan global yang sudah diraih. Seperti pada 2021 ini sebagai Juara 1 Indonesia Bank Swasta Internasional Terbaik dari Asiamoney Private Banking Awards dan Juara 1 Indonesia Bank Terbaik Dunia dari Forbes.

Sementara Director Shopee Indonesia Christin Djuarto menuturkan bahwa platform belanja online ini sejak awal mengambil fokus untuk meningkatkan pengalaman belanja online menjadi lebih mudah dan aman.

“Shopee juga menjangkau UMKM agar bisa berjualan, kemudian ada merk-merk lokal, hingga beli pulsa dan bayar tagihan,” kata Christin.

Selain itu ada ada game dan hiburan. “Jadi benar-benar sesuatu dengan pengalaman berbeda. Ini biasanya kita inovasi terus.”

Dia pun menyebutkan bahwa terjadi perubahan bisnis online selama pandemi COVID-19. Sejumlah produk tertentu mengalami peningkatan.

“Produk kesehatan makin laku. Kebutuhan sehari-hari seperti makanan minuman dan kebutuhan ibu anak juga makin naik.”

Platform belanja online ini terus berinovasi untuk menjadi lebih baik lagi. Termasuk dalam mengatasi pandemi dengan membantu agar UMKM terus berjalan dan membuka Sentra Vaksin.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home