Loading...
FOTO
Penulis: Sabar Subekti 09:02 WIB | Minggu, 07 Februari 2021

Pembangkangan Sipil Menentang Kudeta Militer di Myanmar

Pembangkangan Sipil Menentang Kudeta Militer di Myanmar
Para siswa tiba di pengadilan setelah ditangkap dalam demonstrasi menentang kudeta militer, di Mandalay, Myanmar, hari Jumat (5/2/2021). (Foto-foto: Reuters).
Pembangkangan Sipil Menentang Kudeta Militer di Myanmar
Mahasiswa dari Universitas Dagon mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, hari Jumat.
Pembangkangan Sipil Menentang Kudeta Militer di Myanmar
Guru dari Yangon University of Education mengenakan pita merah dan berpose dengan hormat tiga jari saat mereka ambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, hari Jumat.
Pembangkangan Sipil Menentang Kudeta Militer di Myanmar
Orang-orang dengan sepeda motor memberi hormat tiga jari saat mereka mengambil bagian dalam protes terhadap kudeta militer, di Dawei, Myanmar, Jumat.
Pembangkangan Sipil Menentang Kudeta Militer di Myanmar
Para guru berpose dengan plakat di luar kompleks universitas sebagai bagian dari kampanye pembangkangan sipil untuk memprotes kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Jumat.
Pembangkangan Sipil Menentang Kudeta Militer di Myanmar
Pekerja medis yang mengenakan pita merah berpose selama protes menentang kudeta yang menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, di Rumah Sakit Umum Yangon, di Yangon, Myanmar, hari Rabu (3/2/2021).
Pembangkangan Sipil Menentang Kudeta Militer di Myanmar
Orang-orang membakar potret Panglima Angkatan Darat Jenderal Min Aung Hlaing saat mereka memprotes kudeta militer, di Mandalay, Myanmar, hari Rabu.
Pembangkangan Sipil Menentang Kudeta Militer di Myanmar
Orang-orang memukul panci pada malam protes menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, hari Kamis (4/2/2021).

YANGON, SATUHARAPAN.COM-Keberanian rakyat Myanmar sedang bangkit. Mereka bersuara untuk menolak dan melawan tanpa kekerasan terhadap penguasa militer yang melakukan kudeta pada hari Senin (1/2).

Sejarah panjang di bawah junta militer sejak 1962 yang mengambil kekuasaan melalui kudeta, dan kemudian periode singkat dalam proses perubahan menuju demokrasi dalam pemerintahan sipil, tetapi yang masih dibayangi kekuatan militer, membuat rakyat Myanmar belajar untuk menolak kudeta dan pemerintahan otoritarian.

Kali ini mereka bangkit dengan melakukan pembangkangan sipil, pernyataan yang lugas menolak kudeta oleh militer: menunjukkan tiga jari, dan membunyikan wajan dan panci. Foto-foto aksi mereka tersebar ke dunia, meskipun penguasa militer membatasi internet dan menutup media sosial.  Aksi mereka pun disaksikan di berbagai belahan dunia.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home