Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 20:06 WIB | Jumat, 04 November 2016

Pemerintah akan Kembangkan Industri Perawatan Pesawat Udara

Presiden Jokowi saat meninjauan ke hanggar empat Garuda Maintenance Facility (GMF), Garuda City Centre, Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, hari Jumat (4/11) sore. (Foto: BPMI Setpres)

TANGERANG, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan akan terus mengembangkan industri pesawat terbang dan perawatannya, tak hanya di wilayah Barat, tapi juga di wilayah Timur Indonesia.

Pemerintah melalui salah satu badan usahanya bertekad untuk terus melakukan peningkatan kapabilitas bisnisnya.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat meninjauan ke hanggar empat Garuda Maintenance Facility (GMF), Garuda City Centre, Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, hari Jumat (4/11) sore.

"Kita selalu ingin menaikkan grade dari nomor sekian ke sekian. Sekarang sudah nomor 17 sedunia, sangat bagus sekali. Ini akan terus dibesarkan tapi tidak hanya di sini, tapi juga di Batam dan kemungkinan juga di Biak," kata Presiden.

Diresmikan pada tahun 2015 lalu, hanggar empat GMF yang dibangun di area seluas 66.940 meter persegi tersebut telah memiliki pendapatan sebesar kira-kira Rp 5 triliun.

Presiden Jokowi juga membanggakan pelajar-pelajar SMK dan insinyur teknik dalam negeri yang mampu bersaing di fasilitas perawatan pesawat terbang milik Garuda Indonesia itu.

"Ini mulai beroperasi Oktober 2015 dan sekarang GMF ini setahun sudah memiliki penjualan kira-kira Rp 5 triliun. Ini kan sebuah kegiatan yang besar sekali. Dan hampir semuanya anak-anak SMK, insinyur tekniknya, semuanya dari dalam negeri," katanya.

Saat ini GMF merupakan salah satu pemegang market share terbesar di Indonesia untuk pengerjaan perawatan pesawat terbang. Pelanggan GMF tersebar di berbagai benua. Setidaknya ada 58 negara yang telah menjadi jaringan pelanggan GMF seperti Singapura, Malaysia, Belanda, Australia, Amerika, Afrika Selatan, Jepang dan lain-lain.

"Di sini bisa dikerjakan perawatan pesawat, mesinnya, dan juga pengecatan komponen. Semuanya bisa. Dan yang dikerjakan bukan hanya Garuda saja, hampir semua airline ada semuanya, yang asing juga ada dilakukan pemeliharaan di sini," kata Presiden.

Mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut ialah Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Direktur Utama Garuda Indonesia Muhammad Arif Wibowo. (Setpres)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home