Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 07:57 WIB | Kamis, 23 Maret 2017

Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Lebaran

Ilustrasi. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita saaat menggelar Konferensi Pers Penutupan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2017 yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, hari Rabu (22/2). (Foto: kemendag.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM -  Kementerian Perdagangan terus memantau dan memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok masyarakat menjelang Puasa dan Lebaran 2017/1438 H. Upaya ini dilakukan bersama-sama para Kepala Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan seluruh Indonesia melalui rapat koordinasi (rakor) yang berlangsung hari ini, Rabu (22/3), di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

"Kemendag berupaya mengantisipasi sejak dini potensi kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional. Secara alamiah kenaikan harga terjadi akibat kenaikan permintaan. Ini yang harus diantisipasi dengan ketersediaan stok," ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat memimpin rakor. Hal ini sejalan dengan mandat Presiden Joko Widodo kepada Menteri Perdagangan untuk mengendalikan stok dan harga pangan domestik.

Dalam rakor tersebut dibahas identifikasi ketersediaan pasokan dan harga barang kebutuhan pokok di tingkat nasional dan di daerah; serta identifikasi kesiapan pemerintah daerah untuk menghindari terjadinya kekurangan pasokan, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi atau penimbunan barang kebutuhan pokok secara tidak wajar di daerah masing-masing.

Mendag menjelaskan dari hasil pantauan dalam kurun waktu sebulan terakhir, tercatat harga barang kebutuhan pokok cenderung stabil bahkan turun, terutama untuk cabe rawit merah, cabe merah besar, dan cabe merah keriting, masing-masing turun 13,85 persen; 13,88 persen; dan 10,54 persen.

"Harga barang pokok dalam sebulan terakhir relatif stabil, bahkan cenderung turun. Kami akan terus memastikan harga barang pokok tetap stabil dan pasokan terjaga," tegas Mendag.

Kemendag, lanjutnya, telah membangun sistem informasi harga dan pasokan yang terintegrasi. Hingga saat ini telah dilakukan pemantauan harga barang pokok dan barang penting di 165 pasar rakyat yang ada di 34 ibu kota provinsi dan 48 kab/kota secara harian.

Untuk tahun 2017 titik pantauan akan ditambahkan. "Tahun ini, selain titik pantauan harga tersebut, Kemendag juga melakukan pantauan ketersediaan stok/pasokan 18 komoditas di 84 pasar rakyat, serta pasokan cabe dan bawang merah di 10 pasar induk dan 6 sentra produksi," tegasnya.

Selain itu, Kemendag juga akan memanfaatkan Sistem Informasi Perdagangan Antar Pulau (SIPAP) untuk mendukung implementasi program Tol Laut.

Editor : Eben E. Siadari

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home