Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 07:44 WIB | Selasa, 11 Agustus 2020

Pemerintah Dorong Buah Nusantara Jadi Pemain Dalam Negeri dan Ekspor

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, ketika membuka Gelar Buah Nusantara hari Senin (10/8) di Jakarta. (Foto: ekon.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Pemerintah mendorong agar buah asli nusantara menjadi pemain utama pasar buah dalam negeri sekaligus untuk peningkatan ekspor, agar dapat meningkatkan pendapatan petani, kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Peluncuran Gelar Buah Nusantara ke-5 pada Senin (10/8), di Jakarta.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS September 2019, rata-rata konsumsi buah oleh masyarakat Indonesia hanya 41,95 kkal/kapita/hari, atau sekitar 67 gram/kapita/hari.

“Angka tersebut masih jauh di bawah rekomendasi konsumsi buah oleh WHO yaitu sebesar 150 gram/kapita/hari,” kata Airlangga.

Dari aspek perdagangan, saat ini neraca perdagangan buah-buahan Indonesia masih defisit Rp19,1 triliun. Besarnya defisit ini dipengaruhi terutama oleh impor empat jenis buah-buahan yaitu anggur, apel, jeruk, dan pir dengan total nilai impor sebesar Rp16,7 triliun. Sedangkan untuk jenis buah-buahan yang memberikan kontribusi ekspor yang besar adalah manggis, nanas, pisang, salak, dan mangga dengan nilai Rp 986,1 miliar. 

Dalam masa pandemi Covid-19, impor buah pada triwulan I 2020 mengalami penurunan sebanyak 14,5 ribu ton, turun 45 persen dibandingkan impor di bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019, impor buah turun hingga 54 persen.

Pertanian Tumbuh 16,24 %

Sementara dari sisi produksi, buah lokal mengalami tren kenaikan produksi rata-rata dalam empat tahun terakhir sebesar 10,12 persen. 

“Kenaikan produksi buah lokal meningkatkan peluang ekspor sekaligus juga substitusi buah impor, mengingat permintaan akan buah lokal juga meningkat sejak pandemi Covid-19, khususnya buah yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan memberikan manfaat kesehatan,” kata Airlangga.

Di tengah kontraksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020, memang sektor pertanian justru tumbuh mencapai 16,24%, tertinggi di antara sektor terbesar lainnya seperti industri, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan sektor pertanian dalam masa pandemi Covid-19. Hal ini tak terlepas oleh beberapa kondisi yaitu sektor pertanian berkaitan dengan kebutuhan pangan sehingga permintaannya stabil, kegiatan pada sektor pertanian lebih mudah beradaptasi dengan protokol kesehatan, dan bertambahnya tenaga kerja yang beralih ke sektor pertanian.

“Saya berharap program ini dapat terus digulirkan dan dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat menjadi momentum kebangkitan buah nusantara dan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk mencintai produk buah lokal, serta meningkatkan konsumsi buah nusantara dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional,” kata Airlangga.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home