Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 11:03 WIB | Jumat, 03 Maret 2017

Pemerintah Rancang Angkutan Terintegrasi Jabodetabek

Ilustrasi. Sejumlah kendaraan roda empat melintas di ruas jalan Tol Dalam Kota ketika diberlakukan uji coba "contra flow" atau lawan arus di kawasan Mampang, Jakarta, Senin (13/2). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan uji coba pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas "contra flow" di Jalan Tol Cawang arah ke Senayan KM 01.700 sampai KM 08.100 mulai 13-17 Februari 2017 dari pukul 06.00-09.00 WIB sehubungan telah dimulainya pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) dan "Fly Over" Pancoran di Jalan MT Haryono, Jakarta. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah menetapkan 30 titik integrasi angkutan umum di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Mengintegrasikan angkutan umum tidak mudah, bukan cuma posisi stasiun, tetapi bagaimana masyarakat bisa menggunakan satu tiket untuk berbagai moda," kata Kepala BPTJ, Elly Adriani Sinaga, di Jakarta, hari Kamis (3/2).

Ia menyebutkan, Dukuh Atas, Halim, dan Kampung Rambutan sebagai contoh titik integrasi angkutan umum di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Elly menjelaskan, nantinya Dukuh Atas akan menjadi tempat pertemuan moda bus dan kereta, yakni bus Transjakarta, Kereta Rel Listrik (KRL), Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), dan kereta bandara.

Halim akan menjadi titik pertemuan antara LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung,, sementara Kampung Rambutan merupakan tempat pertemuan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan LRT.

Elly menekankan pentingnya integrasi angkutan umum perkotaan guna menunjang transportasi umu masyarakat dan mengurangi kemacetan. Selanjutnya, pemerintah akan membuat sistem pembayaran dengan satu tiket untuk berbagai moda. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home