Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:29 WIB | Kamis, 14 April 2022

Pemimpin Negara-negara Baltik: Rusia Lebih Kejam dari Nazi

Foto yang diambil dan dirilis oleh Layanan Pers Kepresidenan Ukraina di Kiev pada Rabu, 13 April 2022, menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (tengah) berpose dengan Presiden Polandia, Andrzej Duda (2 kiri), Presiden Latvia, Egils Levits (2 kanan), Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda (kiri) dan Presiden Estonia Alar Karis (kanan) selama kunjungan mereka ke Ukraina. (Foto: via AFP)

KIEV, SATUHARAPAN.COM-Presiden Polandia, Andrzej Duda, menyebut invasi Rusia terhadap Ukraina sebagai "terorisme," dan Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda, mengatakan kekejaman tentara Rusia terhadap Ukraina "lebih buruk daripada (yang dilakukan oleh) Nazi".

“Ini bukan perang, ini terorisme. Jika seseorang mengirim pesawat dan tentara untuk mengebom daerah pemukiman dan membunuh warga sipil, itu bukan perang. Ini adalah kekejaman, bandit, terorisme,” kata Duda dalam konferensi pers di Kiev setelah bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, bersama dengan Presiden Lithuania, Latvia dan Estonia, semua negara anggota NATO.

Sementara itu, Nauseda mengatakan: “Bahkan sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, dengan melihat apa yang telah terjadi di sini, apa kerusakannya dan betapa kejamnya rezim (Presiden Rusia Vladimir Putin) ini. Saya tidak bisa membandingkan bahkan dengan Nazi. Saya pikir ini lebih buruk daripada Nazi.”

Dia menambahkan: “Sulit untuk berbicara. Bukan hanya apa yang kita lihat; hanya itu yang kami diberitahu dalam perjalanan ke sini. Sulit membayangkan ada seluruh keluarga yang dibunuh lalu dikubur di tempat, ada bayi yang diperkosa. Kebencian dan kebinatangan keluar. Ini bukan manusia (yang melakukannya), mereka adalah kesalahan alam. Perang yang mengerikan ini harus dihentikan.”

Para pemimpin Baltik sebelumnya telah mengunjungi kota Bucha di mana gambar mengerikan dari kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Rusia terhadap warga sipil Ukraina memicu kecaman global.

Pekan lalu, pejabat Ukraina memasuki Bucha, di mana pihak berwenang mengatakan lebih dari 410 penduduk tewas oleh pasukan Rusia. Mereka melaporkan kuburan massal, warga sipil yang “dieksekusi”, dan berbagi gambar mayat yang ditinggalkan di jalan, beberapa dengan tangan terikat di belakang.

Moskow membantah menargetkan warga sipil di Ukraina dan mengklaim bahwa Kiev "melakukan" "provokasi" untuk media Barat.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home