Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 18:12 WIB | Kamis, 12 Mei 2022

PENABUR: Bangun Sekolah Bukan Ingin Balik Modal Tapi Lihatlah Banyak Siswa Dididik

PENABUR: Bangun Sekolah Bukan Ingin Balik Modal Tapi Lihatlah Banyak Siswa Dididik
Ketua BPK PENABUR Bogor, Aryawan Handoko dan Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, Adri Lazuardi saat Peresmian Gedung SMAK BPK PENABUR Bogor yang diselenggarakan pada Sabtu, 23 April 2022. (Foto-foto: BPK PENABUR)
PENABUR: Bangun Sekolah Bukan Ingin Balik Modal Tapi Lihatlah Banyak Siswa Dididik
PENABUR: Bangun Sekolah Bukan Ingin Balik Modal Tapi Lihatlah Banyak Siswa Dididik

BOGOR, SATUHARAPAN.COM – Ketua BPK PENABUR Bogor, Aryawan Handoko mengingat almarhum Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, Robert Rubianto dalam acara Kebaktian Syukur Peresmian Gedung SMA BPK PENABUR Bogor yang diselenggarakan pada Sabtu, 23 April 2022.

Menurutnya, almarhum pernah berkata, jika membangun sekolah jangan terlalu memperhitungkan kapan kembali modalnya, karena mungkin bisa 40 tahun lebih, tetapi lihatlah betapa banyak yang kita bisa dididik.

"Siswa-siswinya agar bukan hanya cerdas tetapi juga takut akan Tuhan," kata Aryawan seperti dikutip satuharapan.com hari Minggu (24/4).

Menurut Aryawan, langkah yang berani yang kala itu diputuskan, tentu harus dengan perhitungan yang sangat matang mengingat tahun pelajaran 2007-2008 pernah ditutup SMA yang berlokasi di Bogor baru.

SMAK PENABUR Bogor saat ini menjadi SMA di Bogor yang tampil dengan wajah baru. Hal ini dibuktikan pada angkatan pertama 40 siswa dan angkatan pertama ini berhasil memasuki PTN sebanyak delapan siswa, yang berarti adalah 20 persennya masuk di PTN ternama. 

"Angka tersebut terbilang sangat bagus untuk sekolah yang baru dan pencapaian ini terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya di samping prestasi pendidikan, ada juga prestasi yang tidak kalah menonjol," katanya.

Aryawan juga mengutip pesan dari almarhum Uripto Widjojo kepada pengurus dan guru dan karyawan. Salah satu founder Uripto saat diwawancara dalam rangka 70 BPK PENABUR berkata, bila kita melayani atau bekerja di BPK PENABUR ada tiga kata kunci yang mesti dimiliki.

Pertama, kita harus menyenangi, kita juga harus punya waktu, dan kita harus punya perhatian pada pelayanan dan pekerjaan di BPK PENABUR. 

Hal ini diamini dalam firman Tuhan dari Kolose 3:23 Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hati hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

"Jika kita melakukan semua ini dengan segenap hati seperti untuk Tuhan maka Tuhan yang akan melayakkan pelayanan dan pekerjaan kita," kata Aryawan seraya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak.

Profil

SMA BPK PENABUR Bogor yang merupakan salah satu sekolah swasta di Bogor yang berada di bawah naungan BPK PENABUR Bogor terus mengembangkan pendidikan dan pengajaran bermutu.

Gedung SMA BPK PENABUR Bogor berlokasi di Jalan Paledang, nomor 39 Bogor Tengah. Dalam luas bangunan 2800 meter persegi dan luas tanah 2530 meter persegi, memiliki lima lantai dengan fasilitas yang memadai di dalamnya seperti, Laboratorium Science, Laboratorium Komputer dan Bahasa, Lapangan Indoor serta Rooftop, Lift, dan ruang kelas yang nyaman untuk kegiatan belajar dan mengajar.

SMA BPK PENABUR berdiri di kota Bogor sejak tahun 2017. Sebuah terobosan yang sangat berani yang telah diambil oleh BPK PENABUR.

Peresmian ini dihadiri juga oleh Pengurus Yayasan BPK PENABUR, Pengurus BPK PENABUR setempat, 15 Kota dan Tirtamarta, Operasional BPK PENABUR Jakarta dan seluruh pejabat struktural BPK PENABUR Bogor.

"Tema Together We Shine menantang kita bahwa bukan bicara kota sendiri, diri sendiri tapi bicara satu kesatuan. Kurangi ego, menempatkan diri kita dan saling melengkapi. BPK PENABUR harus membuat sesuatu untuk Indonesia. 15 Kota harus menjadi berkat bagi kota-kota lain di Indonesia," ungkap Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, Adri Lazuardi dalam sambutannya.

Adri mengatakan tantangan masyarakat Indonesia hari ini secara khusus dunia pendidikan yaitu mengurangi ego kita masing-masing dan memiliki kekuatan bersama demi memajukan Indonesia.

Adri juga mengatakan bahwa kita semua sekarang harus menunjukkan solidaritas dan kebersamaan kita. 

Adri menilai, tidak ada lagi orang yang mengaku diri sebagai Apolos ataupun Paulus, siapapun orangnya tidak ada lagi yang mengatakan bahwa saya lebih berjasa dari yang lain.

"Tantangan hari ini adalah bagaimana kita mengurangi ego kita masing-masing, lalu membawa kekuatan bersama kita untuk kemajuan Indonesia," kata Adri seperti dikutip satuharapan.com Sabtu (23/4) dari siaran langsung BPK PENABUR Bogor Official.

Semua lembaga pendidikan dan kesehatan yang ada dalam lingkup Badan Pelayanan GKI SW Jabar, kata Adri itu merupakan kekuatan besar yang dimiliki yang diberikan Tuhan kepada kita.

"Tantangan hari ini BPK PENABUR adalah bagaimana menggunakan semua kekuatan itu untuk memajukan Indonesia," kata Adri yang pernah menjabat sebagai Ketua BPK PENABUR Jakarta.

Tema tentang Indonesia hari ini menantang kita semua untuk tidak lagi bicara soal kota kita sendiri, diri sendiri, kepengurusan sendiri, tetapi kita bicara satu kesatuan. 

Menurut Adri, kalau para struktural operasional di 15 Kota memadukan diri dalam satu kekuatan akan punya satu kekuatan besar untuk menginspirasi Indonesia.

"Kita punya guru-guru yang hebat mulai dari pendidikan S1, S2, S3 dan itu adalah kekuatan yang dimiliki kita yang diberikan Tuhan kepada BPK PENABUR," kata Adri.

Adri berharap para pengurus melihat itu sebagai suatu anugerah yang perlu diperjuangkan, mengurangi ego masing-masing. Adri mengajak untuk menempatkan diri kita saling melengkapi dan membangun kebersamaan itu lebih kuat lagi.

"Indonesia tidak akan bisa cuma sekadar kita bicara di tataran saja, mungkin kita merasa kasihan pada Indonesia, tapi saya justru menantang hal ini untuk BPK PENABUR harus berbuat sesuatu untuk Indonesia, dan itulah tantangan kita bersama 15 Kota harus menjadi berkat bagi kota-kota lain yang ada di Indonesia," kata Adri.

Salah satu caranya kata Adri, dari beberapa ketua BPK PENABUR sudah pergi ke Bali bersamanya mengikuti Kongres Majelis Pendidikan Kristen. Adri percaya semua sudah melihat Indonesia dari percakapan-percakapan dengan para praktisi pendidikan yang ada di daerah-daerah yang berkumpul saat itu. Dari situ dirinya percaya kita punya gagasan besar untuk membantu mereka. 

"Nah itulah momentum yang harus kita gunakan. Saya berharap seluruh tenaga pendidik tenaga kependidikan di 15 kota untuk Satukan Hati Satukan Diri untuk menjadi satu kekuatan menginspirasi Indonesia, mendidik generasi hebat melalui apa yang Tuhan percayakan hari ini," kata Adri.

Menurutnya, kalau para pendidik dan tenaga kependidikan bisa bersatu akan banyak impact yang besar dapat dilakukan.

"BPK PENABUR harus terus berkreatif, berinspiratif, dan berinovasi seperti dalam moto ataupun tema daripada ulang tahun 72 tahun ini adalah Berani Berubah. BPK PENABUR berani berubah, berkarakter, inovatif, dan inspiratif dan itu harus menjadi pegangan kita semua," kata Adri.

Adri merasakan mereka yang berani menurunkan ego masing-masing dapat melakukan hal itu. Kalau dapat melakukan itu semua, kata Adri, BPK PENABUR akan menjadi inspirasi bagi Indonesia.

"Dan ini bukan untuk diri kita, tapi buat kemuliaan Tuhan dan Indonesia lebih maju," kata Adri.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Back to Home