Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 21:13 WIB | Minggu, 25 September 2016

Pencarian Korban Banjir Garut Diperluas, 20 Masih Hilang

Fotografer LKBN Antara Maulana Surya menunjukkan sejumlah karya foto miliknya yang dijadikan kartu pos foto bertajuk Postcard For Garut yang dijual saat aksi penggalangan dana di kegiatan hari bebas kendaraan bermotor Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/9). Hasil penjualan kartu pos foto dalam penggalangan dana tersebut akan disalurkan kepada para pengungsi korban bencana banjir bandang di Garut, Jawa Barat. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa Tim SAR gabungan masih terus mencari 20 korban hilang dari banjir bandang di Garut, Jawa Barat. Tim SAR gabungan berasal dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, relawan, NGO, SKPD dibantu masyarakat.

Penyisiran dilakukan baik dari darat maupun dari sungai. Penyisiran diperluas hingga wilayah Sumedang. Tim SAR mencari korban di kawasan Bojonglarang, Cimacan, Lapangan Paris, Waduk Jatigede dan Kampung Cusurat Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang. 

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kendala pencarian korban adalah luasnya wilayah yang terdampak banjir bandang. Tim SAR harus mencari korban yang tertimbun bekas bangunan dan lumpur apalagi tidak semua lokasi dapat dijangkau alat berat sehingga pencarian dengan manual.

Saat ini lima alat berat dan delapan anjing pelacak dari Polda Jawa Barat dikerahkan. Akses menuju lokasi terdampak juga sempit. Di sungai, kondisi aliran Sungai Cimanuk keruh karena sedimentasi tinggi. Tim SAR menyusuri sungai hingga Waduk Jatigede di Sumedang. Cuaca juga kurang bersahabat karena hujan sering turun.

Hingga hari Minggu (25/9) sore, tercatat 33 orang korban meninggal, 20 masih dinyatakan hilang, 35 orang luka-luka dan 6.361 orang mengungsi. Pendataan sementara terdapat 2.049 rumah rusak yang meliputi 283 rumah hanyut, 605 rumah rusak berat, 200 rumah rusak sedang dan 961 rumah rusak ringan.

Masyarakat telah setuju untuk relokasi. BNPB menurunkan tim untuk melakukan perhitungan kerugian dan kerusakan alibat bencana untuk rencana penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir nantinya. Penanganan darurat terus dilakukan. Tim Reaksi Cepat BNPB terus mendampingi BPBD Kabupaten Garut dan BPBD Jawa Barat dalam penanganan darurat.

"BNPB dan BPBD agar pada saat terjadi bencana, kegiatan evaluasi tentang pencegahan dan mitigasi, tanggap darurat, dan persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara serempak. Tidak dilakukan secara seri," kata Kepala BNPB, Willem Rampangilei.

Kementerian PUPR memobilisasi 2.000 unit bronjong untuk memperbaiki tanggul jebol. Beberapa jembatan dilakukan pengecekan struktur bangunannya. tujuh mobil tangki air dan 17 hidran umum dikerahkan. 

Kementerian Sosial telah menyerahkan 4.520 kg ikan mackerel. Dapur umum Dinas Sosial masih memasak 1.750 bungkus makanan siap saji setiap hari. Sedangkan dapur umum di Korem memasak 1.000 bungkus setiap hari 2 kali. 

PMI membantu dengan mengerahkan enam unit mobil tangki air, menyediakan stok darah, dan mendatangkan 10 dokter melayani kesehatan. Dinas Pendidikan Kab Garut berusaha agar proses belajar mengajar dapat dimulai besok Senin, serta memberikan trauma healing. Bantuan dari NGO, dunia usaha dan masyarakat terus berdatangan. (bnpb.go.id)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home