Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 18:00 WIB | Rabu, 24 Juli 2019

Pengamat Sarankan Penghijauan di Jakarta dengan Tanaman Lokal

Pengamat Tata Kota Ir Nirwono Joga memberi penjelasan seusai mengisi Rapat Kerja Teknis Adipura Tahun 2019 di Jakarta, Selasa (23/7/2019). (Foto: Antaranews.com/Katriana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Ir Nirwono Joga, menyarankan kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan tanaman lokal di ruang terbuka hijau dan area penghijauan lain guna mengendalikan pencemaran udara.

"Tanamannya harus sesuai dengan tanaman lokal, akan lebih bagus," katanya di Jakarta, Rabu (24/7).

Nirwono menyarankan penggunaan tanaman lokal untuk penghijauan di Jakarta karena lebih mudah hidup di daerah aslinya.

Dia juga menyebut biaya pemeliharaan tanaman tersebut lebih murah, dibandingkan dengan membeli tanaman dari daerah lain.

Selain itu, katanya, Pemerintah DKI Jakarta juga akan lebih mudah melakukan pengadaan, dan tidak perlu bersusah payah mendatangkan dari daerah lain.

"Kalau dari Jakarta ada, kenapa tidak dioptimalkan?" kata dia.

Dia juga mengatakan, penghijauan dengan tanaman lokal akan mendatangkan manfaat baru bagi wisata di Jakarta.

"Misalnya daerah Menteng memperbanyak penghijauan dengan tanaman menteng. Ini akan memberi daya tarik baru bagi orang. Bisa jadi daerah wisata baru," katanya.

Jakarta, kata dia, memilki banyak jenis tanaman lokal yang bisa dikembangkan di daerah yang menggunakan nama tanaman tersebut.

Contohnya, kata dia, tanaman kemang, menteng, bintaro, kapuk, cempaka putih, kelapa gading, dan karet.

Selain dapat mendatangkan manfaat baru bagi wisata lokal, kata dia, pengembangan berbagai tanaman tersebut sudah tentu dapat membantu mereduksi pencemaran udara di Jakarta. (Antaranews.com)

 

 

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home