Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 18:27 WIB | Jumat, 19 Februari 2021

Pengunjuk Rasa Yang Tertembak di Myanmar, Akhirnya Meninggal

Seorang demonstran yang terluka dibantu oleh sesama pengunjuk rasa, dalam aksi menentang kudeta militer dan menuntut pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, di Naypyitaw, Myanmar, Selasa (9/2). (Foto: dok. Reuters)

NAYPYITAW, SATUHARAPAN.COM-Seorang perempuan meuda pengunjuk rasa di Myanmar yang ditembak di kepala pekan lalu ketika polisi berusaha membubarkan massa, meninggal pada hari Jumat (19/2), kata saudara laki-lakinya.

Mya Thwate Thwate Khaing, yang baru berusia 20 tahun, telah menjalani bantuan hidup sejak dibawa ke rumah sakit pada 9 Februari. Dia terkena peluru tajam pada protes di ibu kota Myanmar, Naypyitaw.

“Saya merasa sangat sedih dan tidak ada yang ingin saya katakan,” KATA kakaknya, Ye Htut Aung, berbicara melalui telepon.

Dia adalah satu-satunya pengunjuk rasa yang terbunuh sejak tentara Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari dan menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, serta politisi lainnya. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home