Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:16 WIB | Kamis, 14 Juli 2016

Penularan AIDS Melalui Hubungan Seksual di Iran Meningkat

Ilustrasi pengguna narkoba suntik terutama berisiko tertular HIV di Iran (Foto: alarabiya.net)

TEHERAN, SATUHARAPAN.COM - Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Akbar Sayari, mengatakan, bahwa penularan HIV/ADIS melalui hubungan seksual meningkat, sebagian akibat dari diskusi soal seks yang dianggap tabu, Rabu (13/7).

Sayari mengatakan, penyebaran penularan HIV melalui hubungan seksual naik dua kali lipat dalam satu dekade terakhir dari 15 menjadi 30 persen.

“Pola penularan AIDS melalui seks,  tengah meningkat dan orang-orang harus terbuka dalam menerima informasi jika ingin mengendalikan penularannya,” kata Sayari di sebuah konferensi pers dengan Oleg Chestnov, pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dikutip dari AFP.

Mayoritas penularan AIDS di Iran, masih melalui jarum suntik yang dipakai bersama-sama oleh para pecandu narkoba, walaupun Sayari mengatakan otoritas ingin membatasi penularan dengan memberikan jarum suntik gratis.

Sayari tidak menjelaskan kenaikan penularan melalui hubungan seksual, namun menyayangkan bahwa isu tersebut tidak bisa didiskusikan secara terbuka di republik Islam konservatif itu.

“Kami tidak bisa menjelaskan semua isu ini secara terbuka dan transparan kepada orang-orang, contohnya, kami tidak bisa berbicara bebas soal kondom... orang-orang harus diberi kontrasepsi. “ katanya, seperti dilansir kantor berita resmi IRNA.

Abbas Sedaghat, yang mengepalai kantor Kesehatan Kementerian AIDS, mengatakan,  kementerian itu telah meluncurkan hotline di Iran. "Dengan cara ini individu dengan perilaku berisiko tinggi, dapat menerima jasa konsultasi gratis," katanya. "Informasi yang diperoleh dengan cara ini akan diperlakukan sebagai sangat rahasia," sebagaimana diberitakan oleh alarabiya.net

Iran memiliki prevalensi rendah dari infeksi HIV dengan laju sekitar 0,16 persen dari populasi orang dewasa, dibandingkan dengan 0,8 persen di Amerika Utara, seorang pejabat senior U.N. di negara itu mengatakan kepada Reuters tahun lalu.

Tapi pejabat itu memperingatkan,  tingkat infeksi di Iran meningkat juga karena pertumbuhan penggunaan heroin yang murah dari Afghanistan, yang merupakan  negara penghasil opium, dan jumlah kasus penyakit menular seksual nomor satu di dunia.

Sedaghat menyuarakan keprihatinan yang sama. "Sayangnya, dua kelompok sasaran utama, pecandu yang menggunakan jarum suntik dan orang-orang dengan perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab, mungkin bersama-sama memperburuk penyebaran penyakit ini," katanya.

 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home