Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 05:35 WIB | Kamis, 01 Desember 2016

Pesan Natal PGI-KWI 2016: Lewat Natal, Tuhan Memperbaiki Kehidupan Manusia

Tema Natal bersama PGI dan KWI 2016 seperti tertuang di pgi.or.id. (Foto: pgi.or.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan pesan Natal Bersama 2016.

Melalui Tema Natal yang dikeluarkan organisasi yang mewadahi umat Kristen dan Katolik di Indonesia tersebut, dan diberitakan pgi.or.id, hari Jumat (25/11), kedua organisasi menginginkan melalui Natal umat Kristiani dipenuhi rasa syukur dan sukacita.

Tema Natal Bersama 2016 PGI dan KWI terpetik dari perikop Lukas 2:11: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”  

Pernyataan resmi yang ditandatangani bersama Ketua Umum PGI, Pdt Dr Henriette TH-Lebang dan Ketua KWI, Mgr Ignatius Suharyo itu menyebutkan Tuhan berkenan turun ke dunia masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan manusia.

“Allah bertindak memperbaiki situasi hidup umat-Nya. Berita sukacita itulah yang diserukan oleh Malaikat:  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud,” demikian salah satu kutipan pesan Natal bersama tersebut.

Berbelarasa mendorong manusia untuk melakukan hal yang sama sebagaimana yang telah Tuhan lakukan bagi manusia, disebut juga semangat atau spiritualitas inkarnasi.

Dalam pernyataan tersebut untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan sehari-hari, kehadiran Juruselamat di dunia ini memberi kekuatan bagi manusia.

Dalam pernyataan tersebut umat manusia, lewat Natal diajak untuk mengarungi beberapa hal penting yang perlu direnungkan  bersama.  

“Sebagai warga negara kita bersyukur bahwa upaya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia semakin memberi harapan bagi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan yang merata. Walaupun belum sesuai dengan harapan, kita sudah menyaksikan adanya peningkatan dan perbaikan pelayanan publik, penegakan hukum, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan,” demikian salah satu kutipan pernyataan bersama tersebut.

Dalam pernyataan bersama tersebut, manusia diajak melihat bahwa lewat Natal masih ada banyak aspek kehidupan bersama yang harus terus kita perhatikan dan perbaiki. Misalnya, kita kadang masih menghadapi kekerasan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Masalah lain yang perlu diperhatikan yakni korupsi dan pungutan liar (pungli), yang bahkan tersebar dari pusat hingga daerah.

Kemiskinan yang sangat memprihatinkan, juga menjadi sorotan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka kemiskinan per Maret 2016 masih sebesar 28,01 juta jiwa.

“Keprihatinan lain yang juga memerlukan perhatian dan keterlibatan kita untuk mengatasinya adalah peredaran dan pemakaian narkoba. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2015 memperlihatkan bahwa pengguna narkoba terus meningkat jumlahnya,” demikian salah satu kutipan pernyataan bersama tersebut.

“Pada periode Juni hingga November 2015 terjadi penambahan sebesar 1,7 juta jiwa, dari semula 4,2 juta menjadi 5,9 juta jiwa. Semakin banyaknya pengguna narkoba itu tidak lepas dari peran produsen dan pengedar yang juga bertambah.” 

Pernyataan bersama tersebut juga menghendaki umat Kristiani bekerja keras untuk mendewasakan dan meningkatkan kualitas demokrasi.

Salah satu caranya yakni dalam penyelenggaraan pemilu merupakan salah satu sarananya, seperti pemilihan umum kepala daerah serentak (pilkada serentak) yang akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017 di 101 daerah terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota.

Peristiwa itu akan menjadi ujian bagi partisipasi politik masyarakat dan peningkatan kualitas pelaksana serta proses penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut. Tantangan-tantangan tersebut, sebagaimana juga masalah lain, harus dihadapi. Jangan sampai persoalan-persoalan sosial dan kemanusiaan itu membuat kita merasa takut. Kepada kita, seperti kepada para gembala, malaikat yang mewartakan kelahiran Yesus mengatakan “jangan takut” (Luk 2:10).

“Kita ciptakan hidup bersama yang damai dengan terus melakukan dialog. Kita lawan korupsi dan pungli dengan ikut aktif mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran pembangunan. Kita atasi problem kemiskinan.” 

Lewat Natal, dalam pernyataan tersebut, umat Kristiani diajak mensyukuri kehadiran Yesus Kristus yang mendamaikan kembali kita dengan Allah.

“Inilah kebesaran kasih karunia Allah, sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah.  Di dalam Yesus Kristus kita memperoleh hidup sejati dan memperolehnya dalam segala kelimpahan. Kita syukuri juga berkat yang telah kita terima sepanjang tahun yang segera berlalu,” demikian salah satu kutipan pernyataan tersebut. (pgi.or.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home