Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 07:14 WIB | Rabu, 21 Desember 2016

Pesantren Mengajarkan Kehidupan Berbangsa

Sekjen Kemenag Nur Syam (berdiri) pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw Pondok Pesantren Al Ikhlas, Wonorejo, Pasuruan. (Foto: kemenag.go.id)

PASURUAN, SATUHARAPAN.COM – Pesantren merupakan  lembaga pendidikan keagamaan tempat para santri belajar mendalami ilmu agama, namun selain itu  pesantren juga mengajarkan para santri tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pesantren sesungguhnya tidak hanya mengajarkan agama saja, akan tetapi hakikatnya juga mengajarkan santri tentang kehidupan dan cinta bangsa dan negara," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Nur Syam pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw Pondok Pesantren Al Ikhlas, Wonorejo, Pasuruan, pada hari Minggu (18/12).

Menurut Nur Syam, kyai pesantren adalah ulama yang dalam jiwanya tertancap kuat kecintaan terhadap bangsanya. Kecintaan ini kemudian diajarkan kepada para santri, salah satunya melalui penanaman nilai hubbul wathan minal iman, bahwa mencintai Tanah Air bagian dari keimanan.

“Kita semua tentu masih ingat bagaimana Kyai Hasyim Asyari menggelorakan semangat untuk jihad fi sabilillah melawan Belanda, yang disebut sebagai 'Resolusi Jihad'. Melalui seruan jihad melawan Belanda ini, maka masyarakat Islam berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa dari penjajah Belanda,” kata  Nur Syam.

“Tidak bisa dibayangkan bagaimana bambu runcing dan senjata seadanya dapat dijadikan sebagai sarana untuk melawan tentara sekutu di Surabaya. Melalui pekikan 'Allahu Akbar' mereka menyerang tentara Sekutu dan menewaskan Jendral Mallaby, yang kemudian dijadikan sebagai monument kebangsaan Hari Pahlawan,” kata dia. 

Peristiwa Resolusi Jihad, lanjut Nur Syam, kemudian diabadikan sebagai Hari Santri untuk mengenang bagaimana peran dan perjuangan santri, kyai, dan pesantren bagi nusa dan bangsa.

Nur Syam mengatakan pesantren memiliki peranan saat masa perjuangan, dan terus berlangsung saat mengisi kemerdekaan.

Pesantren bahkan memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan. Seiring perkembangan zaman, pesantren telah melakukan penyesuaian hingga berkontribusi besar bagi pembangunan bangsa, dan tetap menegakkan pilar konsensus kebangsaan dalam kerangka mewujudkan Islam rahmatan lil alamin. (kemenag.go.id) 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home